• Rabu, 26 Januari 2022

Kecewa Kebijakan Askot PSSI, Tasik Raya FC Tarik Pemain Untuk Piala Soeratin

- Senin, 1 November 2021 | 19:13 WIB
piala soeratin U-13
piala soeratin U-13

Tasikmalaya - Juara Liga Askot PSSI Kota Tasikmalaya, Tasik Raya FC memutuskan untuk menarik lima orang pemain yang telah terpilih pada seleksi pemain U-13 yang diproyeksikan untuk berlaga pada Piala Soeratin.

Keputusan itu diambil karena Askot PSSI Kota Tasikmalaya justru akan mengirimkan tim ke Piala Soeratin Jabar U+13 berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia pelaksana atau manajemen Liga Askot 2021 yang telah ditunjuk.

Surat pengunduran Tasik Raya FC yang ditandatangani Ketua Tasik Raya Dudih Elang sudah dikirim pada akhir bulan Oktober lalu.

Manajemen Tasik Raya karuan kecewa, terlebih lazimnya dan dilakukan Askot daerah lain, pemain yang dikirim merupakan komposisi pemain terbaik yang jadi juara dan runner up di Askot atau Askab PSSI di masing-masing daerah.

"Ini malah seleksi lagi. Jadi apa artinya juara Liga Askot kalau kembali harus seleksi. Apalagi, seluruh pemain sudah berharap bisa bermain di Soeratin," ujar Dudih melalui H. Usep S Mikdar, Kepala Sekolah SSB Tasik Raya saat meninjau latihan rutin di Lapangan Sepak Bola Cigereung Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Minggu 31 Oktober 2021.

Idealnya, komposisi pemain cukup dipilih berdasarkan performa setiap pemain dengan lebih memprioritaskan dari juara dan runner up.

Kalaupun ada pemain di luar juara dan runner up yang menonjol dan dibutuhkan untuk memperkuat kedalaman skuad, ujar dia sebenarnya bisa diajak oleh tim juara seperti halnya yang diberlakukan oleh tim juara Askot U-15 Padjadjaran FC.

"Anehnya kalau perlakuan untuk juara U-15 yakni tim Padjadjaran diberi kewenangan untuk menambah kedalaman pasukannya, kita yang jadi juara U-13 malah seolah hanya diberi jatah sangat terbatas. Jadi daripada mengganggu soloditas tim, kami akhirnya memilih mundur," ujar dia.

Pelatih Tasik Raya juga tidak dipilih untuk menukangi tim Askot. Padahal sebagai bentuk penghargaan, pelatih yang juara ditunjuk jadi pelatihnya. Adapun beberapa pemain yang kadung direkrut dipastikan tidak turut serta sebagai bentuk solidaritas.

"Kami sudah bermusyawarah dengan orangtua pemain dan mereka bisa memahami, " ujar dia.

Tanggapan Askot PSSI Kota Tasikmalaya


Dihubungi terpisah, Sekretaris Askot PSSI Kota Tasikmalaya Nino Kartiaman menegaskan bahwa kebijakan itu merujuk hasil rapat Askot yang digelar 19 Juli 2021 dimana komposisi pemain yang dibawa ke Piala Soeratin bukan sepenuhnya berasal dari juara Liga Askot.

Melainkan berdasarkan seleksi kompetisi yang dipilih oleh pelatih yang telah ditunjuk. Jadi, kata dia yang sudah terpilih dari hasil pantauan pelatih untuk di seleksi jadi tim inti yang akan berlaga pada ajang Soeratin baik untuk U-13 dan U-15.

Disinggung mengenai sikap Askot terkait penarikan para pemain yang dilakukan Tasik Raya FC, Nino maupun Ketua Askot PSSI H. Ahmad Suparman hingga Senin pagi tidak memberikan jawaban.

Nino hanya memberikan daftar pemain yang sudah masuk tim inti termasuk lima dari klub DK privat,  Putra Brey (5),  Wirabuana (4),  Galuh (5),  BPT (5) dan Tasik Raya (5) sebelum diterimanya surat pengunduran dari Tasik Raya.

"Insya Allah mulai Kamis kita melakukan pemusatan latihan di Stadion Wiradadaha," ujar Nino. *

Editor: A Team

Tags

Terkini

Penyerang MU Martial Dipinjamkan ke Sevilla

Selasa, 25 Januari 2022 | 12:16 WIB

Hari Ini Persib Hadapi Borneo FC, Robert dalam Tekanan

Selasa, 18 Januari 2022 | 08:45 WIB

Menteri Basuki 'Juara' Pertandingan Badminton

Sabtu, 8 Januari 2022 | 15:14 WIB
X