• Minggu, 28 November 2021

Menyerap Aspirasi Petani Bupati Ikut Tandur

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:28 WIB
bupati tandur
bupati tandur

Pangandaran - Sebagian besar lahan pesawahan di Kabupaten Pangandaran saat ini memasuki masa musim tanam.

Namun demikian ada sejumlah tantangan yang dihadapi petani di masa tanam ketiga tahun 2021 ini. Diantaranya adalah datangnya musim penghujan dan potensi kelangkaan pupuk yang biasanya terjadi di musim tanam.

"Segera kita lakukan rapat koordinasi musim tanam, agar pemerintah bisa mengawal apa yang menjadi permasalahan di kalangan petani," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Kamis (29/10/2021).

Dia mengaku sengaja ikut tandur atau tanam mundur padi di areal pesawahan Desa Selasari Kecamatan Parigi, untuk menyerap aspirasi dan persoalan yang dihadapi petani.

"Turun langsung mendengar apa kata petani, sehingga nanti saya punya bekal untuk memimpin rapat koordinasi musim tanam," kata Jeje.

Aksi Bupati Pangandaran turun ke sawah dan ikut tandur sendiri dilakukan di luar kegiatan protokoler. Dia dan rombongannya baru pulang dari kegiatan seremonial di Desa Selasari. Di perjalanan pulang, dia melihat sekelompok ibu-ibu tengah tandur di sawah.

Spontan dia membuka baju dinas dan turun ke sawah untuk ikut membantu tandur.

"Ternyata tak mudah tandur itu, sampai terasa sakit pinggang saya. Mereka merupakan perempuan-perempuan tangguh," kata Jeje.

Jeje menjelaskan ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dan menjadi bahan pembahasan rakor musim tanam.

Diantaranya menyangkut jumlah kuota pupuk yang dibutuhkan berdasarkan luas tanam. Pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.

"Penyuluh harus membantu penerapan teknologi tepat guna. Kemudian yang tak kalah penting adalah menyelamatkan harga jual gabah saat panen nanti. Program lumbung pangan harus berjalan," kata Jeje.

Program lumbung pangan adalah intervensi pemerintah kabupaten Pangandaran untuk membeli harga gabah dengan harga wajar disaat harga jual di pasaran rendah. Program ini bertujuan untuk melindungi petani dari permainan tengkulak.

Ghaniyy Fahmi salah seorang pejabat di Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menambahkan luas lahan pesawahan di Pangandaran 16.564 hektar.

"Walau pun masa pandemi, persentase peningkatan produksi sektor pertanian naik 2 persen. Ini telah memberikan nilai positif pada PDRB Pangandaran," kata Ghaniyy.

Namun Ghaniyy mengatakan pertumbuhan itu tak hanya dari padi saja, tapi ditopang juga oleh komoditas perkebunan, peternakan dan tanaman pangan serta hortikultura.

Terkait kondisi cuaca yang menghadapi musim penghujan, Ghaniyy mengatakan hal ini memang perlu diwaspadai.

"Perlu disesuaikan dengan kondisi sistem irigasinya. Agar lahan tidak kebanjiran, kemudian diwaspadai pula hama khas musim penghujan," katanya.*

 

Editor: A Team

Tags

Terkini

UMK Ciamis Naik 0,92 Persen Bupati Herdiat Minta Maaf

Senin, 22 November 2021 | 17:15 WIB

Welcome Home Budi Budiman !

Minggu, 7 November 2021 | 19:53 WIB

Meretas Jalan Berliku Produk UMKM Menuju Minimarket

Selasa, 2 November 2021 | 22:28 WIB

Menyerap Aspirasi Petani Bupati Ikut Tandur

Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:28 WIB
X