• Minggu, 28 November 2021

Proyek Breakwater Pantai Barat Molor Dari Tenggat Waktu

- Kamis, 11 November 2021 | 09:28 WIB
breakwater pantai barat pangandaran
breakwater pantai barat pangandaran

Pangandaran - Proyek pemasangan pemecah ombak atau breakwater di pantai barat Pangandaran melebihi tenggat waktu pelaksanaan. Hingga saat ini pemasangan breakwater masih berjalan, padahal seharusnya sudah selesai di bulan Oktober lalu.

Proyek pemasangan breakwater itu merupakan proyek milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari papan pengumuman proyek diketahui pemasangan break water itu merupakan pekerjaan dari Dinas Sumber Daya Air UPTD Pengelolaa Sumber Daya Air wilayah sungai Ciwulan-Cilaki.

Nilai proyeknya sekitar Rp 14,6 miliar dan dikerjakan oleh sebuah perusahaan swasta asal Jakarta. Anggaran belasan miliar rupiah itu dikucurkan untuk membangun pemecah ombak sepanjang 130 meter.

Informasi dari papan pengumuman proyek juga diketahui pekerjaan yang dimulai tanggal 22 April 2021 itu harus selesai selama 180 hari kalender atau selama 6 bulan. Hal itu berarti seharusnya pekerjaan selesai di bulan Oktober.

"Ya kami mengajukan perpanjangan waktu pekerjaan berkaitan dengan adanya beberapa kendala teknis di lapangan yang kami alami," kata Gultom, perwakilan dari pihak pelaksana via sambungan telepon, Kamis (11/11/2021).

Selain kendala cuaca yang mengganggu pelaksanaan teknis di lapangan, proyek ini juga sempat terkendala akibat insiden kandasnya kapal tongkang di pantai Bojongsalawe. Kapal pengangkut yang sedianya digunakan mengangkut beton, malah kandas akibat disapu gelombang.

Akibatnya waktu pelaksanaan pekerjaan menjadi molor dari waktu yang telah ditentukan. Pihak pelaksana kemudian mendatangkan kapal jenis LCT untuk melanjutkan pemasangan breakwater ini.

"Mengenai berapa lama adendum (perpanjangan waktu) yang kami ajukan saya kurang tahu karena itu tugas di bagian kantor. Yang jelas saya yang di lapangan, menargetkan pekerjaan selesai sebelum habis bulan November ini," kata Gultom.

Kapal Pengangkut Beton Breakwater Sita Perhatian Wisatawan


Sementara ittu kehadiran kapal di pantai barat Pangandaran menjadi daya tarik bagi pengunjung. Banyak pengunjung menjadikan kapal LCT itu sebagai latar swafoto. Meski sebagian pengunjung bertanya-tanya mengenai aktifitas kapal tersebut. "Besar juga ukurannya, jadi ada objek foto baru," kata Euis Mardiani wisatawan asal Kota Tasikmalaya, Kamis (11/11/2019).

Kapal jenis LCT atau landing craft tank itu sedang melakukan aktivitas pemasangan breakwater atau pemecah ombak di pantai barat Pangandaran. Sudah dalam beberapa hari terakhir kapal yang mirip kapal feri itu mondar-mandir dari pantai barat Pangandaran ke dermaga Bojongsalawe Parigi.

Di pelabuhan Bojongsalawe kapal itu memuat material beton, kemudian dibawa ke pantai barat Pangandaran untuk ditenggelamkan ke dasar laut dan disusun untuk membentuk pemecah ombak.

Dengan pemasangan breakwater itu diharapkan mencegah terjadinya abrasi pantai. Selain itu breakwater juga berguna untuk kepentingan pariwisata. Dengan adanya pemecah ombak, aktivitas berenang di pantai menjadi lebih aman, karena ada penahan kekuatan arus atau ombak ke pantai.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

UMK Ciamis Naik 0,92 Persen Bupati Herdiat Minta Maaf

Senin, 22 November 2021 | 17:15 WIB

Welcome Home Budi Budiman !

Minggu, 7 November 2021 | 19:53 WIB

Meretas Jalan Berliku Produk UMKM Menuju Minimarket

Selasa, 2 November 2021 | 22:28 WIB

Menyerap Aspirasi Petani Bupati Ikut Tandur

Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:28 WIB
X