• Minggu, 22 Mei 2022

Garut, Tasikmalaya dan Banjar Terdampak Wabah PMK, DKPP Jabar Tutup Check Point

- Jumat, 13 Mei 2022 | 20:00 WIB
Ilustrasi sapi mati akibat wabah PMK.
Ilustrasi sapi mati akibat wabah PMK.

TINTAPUTIH- Tiga wilayah kabupaten dan kota (Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Banjar) di Jawa Barat terdampak penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menyerang ternak sapi.

Untuk meminimalisir penularan PMK Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat bergerak cepat menyusul munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala DKPP Jabar Moh Arifin Soedjayana mengatakan, usai laporan tersebut, dia langsung berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk mencegah dan mewaspadai adanya temuan kasus PMK keesokan harinya yaitu pada 6 Mei 2022.

Kemudian ditindaklanjuti pada 7 Mei, DKPP Jabar bersama Tim Balai Veteriner Subang langsung mengambil sampel terduga PMK di Garut.

Baca Juga: Korban Tewas Dihantam Cangkul ODGJ Tinggalkan 4 Anak

"Kemudian, selain di Garut, pada hari berikutnya sampel juga diambil di lokasi terduga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Banjar. Sejumlah sampel terkonfirmasi 100 persen positif PMK,” ujarnya, Rabu, 11 Mei 2022.

“Jawa Timur itu melaporkan 5 Mei, dari informasi tersebut, besoknya kami langsung koordinasi dengan daerah agar meningkatkan kewaspadaan, karena ada laporan dari Garut bahwa ada terduga kasus PMK di sana,” katanya.

Arifin merinci, temuan kasus PMK positif ada di Leles, Garut sebanyak 25 sapi potong, 3 sapi perah dan 5 domba.

Sementara Tasikmalaya 18 sampel sapi dinyatakan positif PMK dan 11 sapi di Kota Banjar dinyatakan positif 100 persen PMK.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPDB 2022 Jawa Barat Jadi 83 Zonasi

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:23 WIB

Elon Musk Akan Kunjungi Indonesia Tahun Ini

Minggu, 15 Mei 2022 | 20:51 WIB
X