• Minggu, 22 Mei 2022

Nelayan Pangandaran Tetap Akan Menangkap Baby Lobster Saat Paceklik

- Jumat, 13 Mei 2022 | 23:13 WIB
Ilustrasi Baby Lobster (Foto: Tokopedia)
Ilustrasi Baby Lobster (Foto: Tokopedia)

TINTAPUTIH - Kelompok nelayan minta penangkapan Benih Baby Lobster (BBL) di perairan Pangandaran dilegalkan pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Nelayan Pantai Bojong Salawe, Kusin, mengatakan, nelayan menuntut agar pemkab Pangandaran legalkan penangkapan BBL dan masuk penjualannya melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk menyelamatkan Koperasi Unit Desa (KUD).

"Kita ingin produksinya masuk TPI dan masuk KUD. Saat ini KUD hampir bangkrut karena saat ini nelayan sedang mengalami paceklik hasil laut, karena paceklik kesulitan ikan," kata Kusin setelah audiensi dengan Bupati Pangandaran di KUD Bojes, Kecamatan Parigi, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: Final Piala FA Liverpool Vs Chelsea Disiarkan Langsung RCTI Sabtu Malam Ini, 'The Reds' Kehilangan Pemain Inti

Kusin mengatakan, meskipun ada larangan, nelayan bakalan tetap tangkap baby lobster ditengah paceklik karena urusannya sudah perut.

"Daripada kita kelaparan tidak makan dan tidak dapat uang. Maka akhirnya para nelayan pasti akan kucing-kucingan dengan petugas," ucapnya.

Selain itu, Kusin memandang cara melarang pemkab Pangandaran sangat ketat. "Hanya Pangandaran yang seperti ini, Garut dan Tasik bisa-bisa aja. Mereka legal menangkap BBL," kata Kusin.

Baca Juga: Program Inklusif untuk Penyandang Disabilitas Tasikmalaya Belum Berjalan Maksimal

Setiap kali menangkap BBL, nelayan bisa mendapatkan 100 sampai 200 ekor BBL. Dengan harga Rp 5.000- Rp10.000. "Kan itu lumayan, ditengah-tengah kita paceklik," ucapnya.

Halaman:

Editor: Gilang Teruna Purwadestian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPDB 2022 Jawa Barat Jadi 83 Zonasi

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:23 WIB

Elon Musk Akan Kunjungi Indonesia Tahun Ini

Minggu, 15 Mei 2022 | 20:51 WIB
X