• Minggu, 3 Juli 2022

PPDB 2022 Jawa Barat Jadi 83 Zonasi

- Rabu, 18 Mei 2022 | 09:23 WIB
Kadisdik Jabar Dedi Supandi
Kadisdik Jabar Dedi Supandi

TINTAPUTIH- Wilayah zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMA, SMK, dan sederajat tahun 2022 di Jawa Barat bertambah dari 68 menjadi 83 zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi di Kota Bandung, Selasa, mengatakan penambahan dilakukan untuk mengakomodasi siswa-siswi yang berada di wilayah "blank spot".

Untuk tahun 2022 Jawa Barat kata Dedi zonasi ditambah, dari 68 menjadi 83 zonasi, itu untuk mengakomodasi wilayah perbatasan. Apabila kesulitan konektivitas internet dan sebagainya seperti desa 'blank spot', sekolah bisa membantu.

Dijelaskan dia, tahapan PPDB 2022 dimulai dengan pembagian akun pendaftaran ke SMP dan MTs, sedangkan untuk pendaftaran tahap pertama baru akan dimulai pada Juni 2022.

Baca Juga: Dianggap Ekstremis, Alasan Ustadz Abdul Somad Dideportasi Pemerintah Singapura

"Jadi mulai sekarang dari pembagian akun. Setelah itu pada tanggal 6 hingga 10 Juni 2022 mulai PPDB. Tahap pertama jalur afirmasi 20 persen, jalur perpindahan orang tua lima persen. jalur prestasi 25 persen," kata Dedi Supandi usai pembukaan kegiatan PPDB Tahun 2022 di SMK Negeri 2 Kota Bandung.

Pada PPDB Tahun 2022 sambungnya, siswa-siswi dipastikan telah mendapatkan akun pendaftaran dari Kepala Cabang Dinas (KCD) masing-masing wilayah di Jawa Barat dan siswa-siswi juga bisa mendaftarkan diri dalam dua tahap.

"Selain pada tahap awal, siswa-siswi juga dapat mendaftarkan diri pada tahap dua pada 23-30 Juni 2022. Nanti jalur zonasi dengan kuota 50 persen setiap satu sekolah tujuan," kata Dedi.

Untuk aturan pendaftaran, Dedi mengatakan bahwa ada sedikit aturan berbeda dari tahun sebelumnya. Salah satunya soal syarat rapor.

Baca Juga: Jokowi Izinkan Masyarakat Lepas Masker di Luar Ruangan

Dalam PPDB Tahun 2022, lanjut dia, siswa-siswi tidak perlu menunjukkan nilai rapor.

"Tidak menggunakan ranking rapor. Kalau dulu, untuk pendaftaran harus ada ijazah. Bisa gunakan nomor ujian sekolah. Kalau aturan yang lain hampir sama," katanya.

Dedi menambahkan, untuk jalur afirmasi, dalam PPDB Tahun 2022 kuota 20 persen, Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) sebanyak 12 persen.

Kemudian untuk disablitas tiga persen, serta anak istimewa dan anak kondisi tertentu lima persen.

"Kondisi tertentu itu di antaranya Nakes COVID-19 dan korban bencana, dan nantinya pada akhir tahap pertama jika jalur afirmasi sisa, maka bisa ditambahkan ke jalur zonasi," kata dia.***

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap-Siap Tes P3K Akan Digelar Lagi Tahun Ini

Kamis, 30 Juni 2022 | 21:36 WIB
X