• Minggu, 3 Juli 2022

Kawasan Perhutanan Sosial Jadi Pembuangan Sampah B3, Dedi Mulyadi Berang

- Rabu, 18 Mei 2022 | 10:03 WIB
Sampah di kawasan perhutanan sosial, di Kampung Cibenda, Desa Parangmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Sampah di kawasan perhutanan sosial, di Kampung Cibenda, Desa Parangmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

TINTAPUTIH- Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi tak habis pikir dengan pihak tertentu yang memanfaatkan kawasan perhutanan sosial, di Kampung Cibenda, Desa Parangmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, untuk pembuangan limbah dari bahan berbahaya dan beracun (B3).

Akibat pembuangan limbah liar itu, hewan ternak alami kematian dan kesehatan warga sekitar terancam. Kawasan seharusnya hijau, malah kini jadi tempat racun. Kondisi itu, tidak bisa dibiarkan berlarut.

"Saya benar benar heran, kok bisa-bisanya, kawasan yang diperuntukan perhutanan sosial jadi tempat pembuangan limbah B3. Saya tak habis pikir," kata Dedi Mulyadi, saat meninjau ke lokasi pembuangan limbah B3 ilegal di Karawang, Selasa (17/5/2022).

Dedi datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Di lokasi Dedi melihat dari dekat bagaimana limbah B3 yang seharusnya ditangani secara serius, dibuang seenaknya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Ajak Setiap Tanggal 14 Satu Menit Upload Bareng Kegiatan Pramuka di Medsos

Laporan diterima oleh dia, limbah yang masuk ke.kawasan tersebut ada limbah medis atau dari rumah sakit. "Ini masalah yang serius, karena tidak boleh rumah sakit memberikan limbah ke sembarang orang," katanya.

Dia berusaha kontak ke pihak yang memillki hak untuk mengelola kawasan itu. Izin pemanfaatan hutan perhutanan sosial daerah itu, dipegang oleh gabungan kelompok tani mandiri Teluk Jambe Bersatu, pimpinan Sutejo

Pihak pengelola lahan, mengaku tidak tahu kalau kawasan yang akan dia kembangkan untuk perhutanan sosial menjadi tempat pembuangan limbah B3.

Atas kasus itu, Dedi sudah kirim pesan ke Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, untuk meninjau ulang izin perhutanan sosial di Karawang tersebut. Alasannya, implementasi untuk membuat perhutanan sosial tidak terwujud, malah masuk limbah beracun.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap-Siap Tes P3K Akan Digelar Lagi Tahun Ini

Kamis, 30 Juni 2022 | 21:36 WIB
X