• Jumat, 1 Juli 2022

Jaga Kesehatan Hewan Kurban Pedagang Beri Nutrisi Telur hingga Larutan Penyegar

- Jumat, 24 Juni 2022 | 08:32 WIB
Sapi kurban di Tasikmalaya diberi nutrisi khusus. (ilustrasi pixabay.com)
Sapi kurban di Tasikmalaya diberi nutrisi khusus. (ilustrasi pixabay.com)

TINTAPUTIH - Menjelang hari raya Idul Adha pedagang hewan kurban mulai bermunculan di wilayah Kota Tasikmalaya. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belakangan menyerang ternak atau hewan kurban rupanya disikapi serius oleh para pedagang.

Beberapa pedagang bahkan memberikan nutrisi tambahan kepada hewan dagangannya agar bisa tetap sehat dan kuat menghadapi serangan virus. Seperti yang dilakukan oleh Ade Memed, pedagang sapi di daerah Kawalu Kota Tasikmalaya.

Ade terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli suplemen tambahan demi menjaga sapinya tetap sehat. "Saya kasih telur sehari 2 butir, kemudian diberi madu juga. Sesekali diberi cap kaki tiga (larutan penyegar). Kalau terlihat tak sehat saya kasih parasetamol," kata Ade, usai didatangi petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga: Beda dengan Sejumlah Rekannya, Mantan Ketua DPD PKS Kota Tasikmalaya Istiqomah Tak Mau Pindah ke Lain Hati

Meski tidak mengetahui efektivitas pemberian nutrisi itu secara ilmiah, namun Ade meyakini dan mengaku telah membuktikan langkah itu cukup berhasil. Perlakuan atau pemberian nutrisi layaknya kepada manusia itu menurut Ade terbukti membuat sapinya sehat. "Tidak tahu kalau soal benar atau tidaknya, yang jelas diberi nutrisi itu sapi saya sehat. Kemudian yang tidak kalah penting adalah pada malam hari sapi tidur harus hangat, jangan sampai kedinginan," kata Ade.

Ade juga mengaku menghindari membeli sapi-sapi yang datang dari luar daerah. "Beli sapi dari Jawa (Jawa Tengah atau Jawa Timur) disetop dulu, karena sapi kidul (Selatan Tasikmalaya) juga masih banyak. Kalau pun nanti butuh sapi Jawa, harus diperiksa dulu suratnya dan dipisahkan sama yang sehat, takut menular," kata Ade.

Sementara itu petugas pengawas hewan kurban Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya bersama Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi ke sejumlah lapak penjual hewan kurban di wilayah Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Penanganan Penyakit Menular di Kota Tasikmalaya Perlu Kolaborasi Lintas Sektoral

Petugas memeriksa kondisi kesehatan hewa kurban yang dijajakan oleh para pedagang, termasuk di dalamnya pemeriksaan penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain memeriksa kondisi fisik, dokumen kesehatan hewan atau surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) juga diperiksa petugas.

Secara umum hasil pemeriksaan itu menunjukan hasil semua hewan yang diperiksa dalam kondisi sehat. "Hasilnya sejauh ini aman. Sapi dalam keadaan sehat. Pedagang juga memahami dan mengerti apa itu PMK," kata Kepada DKP3 Kota Tasikmalaya Adang Mulyana.

Setelah diperiksa dan dinyatakan sehat, sapi kemudian diberi penanda yang menjadi ciri bahwa sapi tersebut sehat.

"Kita sengaja mengecek kesiapan lapak pedagang ini. Alhamdulillah sehat semua tadi kami cek di beberapa lapak. Lalu kami berikan label di hewan kurban itu agar pembeli juga aman ketika nanti akan mengonsumsinya," kata dia.

Baca Juga: Investigasi Tragedi Meninggalnya 2 Bobotoh Persib di GBLA Selesai, Ini Poin-poin Hasil Investigasi Komdis PSSI

Dia menambahkan,para pedagang sapi di Kota Tasikmalaya masih menjual hewan ternak lokal dan bukan membeli dari lur Kota Tasikmalaya. Jika membeli dari luar dipersilahkan asalkan membawa surat kesehatan hewan dari instansi daerah asal hewan ternak tersebut.

"Sejauh ini masih sapi lokal yang dijual para pedagang. Karena lebih aman. Tapi kita silahkan kalau mau sapi luar juga asalkan ada surat kesehatan hewan yang dikeluarkan daerah asal," terangnya.

Jika para pedagang menemukan hewan ternaknya tidak sehat dengan gejala penyakit PMK, dipersilahkan untuk segera melapor ke Satgas Pangan DKP3.

Ciri-ciri PMK ini suhu tubuh hewan ternak panas, ada bintik-bintik, daei mulutnya keluar lendir berlebihan, kaki kuning-kuning seperti borok dan lain sebagainya.

Baca Juga: Siap-siap Netizen, Facebok, Twitter, WhatsApp dan Netflix Akan Blokir Medsos yang ada di Indonesia, Kecuali..

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Warsandi menuturkan, pihaknya melakukan sidak ini menindaklanjuti hasil pertemuan dengan DKP3 Bidang Peternakan untuk mengantisipasi PMK.

"Kita lakukan hari ini peninjauan lapangan ke lapak pedagang yang khusus menjual hewan kurban. Kita ingin memastikan agar kesehatan masyarakat terjaga dan aman dari PMK," tuturnya.

Secara umum, kata Andi hasil pemeriksaan tadi ke beberapa lapak kondisi hewan ternak yang dijual dalam keadaan sehat. Hal ini bisa jadi karena pemahaman pedagang sudah bagus terkait PMK ini.

"Pedagang telah memahami apa itu PMK. Sehingga hati-hati saat mereka mau membeli dan menjualnya ke masyarakat. Tapi kami berharap pihak dinas terus memastikan kesehatan hewan ini hingga Idul Adha. Agar terjamin keamanannya dan diberi label," tambahnya.***

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siap-Siap Tes P3K Akan Digelar Lagi Tahun Ini

Kamis, 30 Juni 2022 | 21:36 WIB

Desa Wisata Tidak Melulu Soal Objek Wisata Alam

Senin, 27 Juni 2022 | 11:19 WIB
X