• Senin, 8 Agustus 2022

Pertanyaan dan Keresahan Warga Tasik Terkait Rencana Penataan Jalan HZ Mustofa

- Kamis, 30 Juni 2022 | 08:32 WIB
Salah satu sudut jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya.
Salah satu sudut jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya.
 
 
TINTAPUTIH - Rencana Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan penataan kawasan Jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung menuai pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya memasuki pertengahan tahun ini, belum ada tanda-tanda penataan akan dilakukan.
 
Di sisi lain rencana itu juga menyebabkan keresahan di kalangan juru parkir dan pedagang kaki lima di dua ruas jalan tersebut. Mereka khawatir aktivitas mata pencahariannya terganggu.
 
Pemkot Tasikmalaya sendiri rencananya akan menata kawasan itu dengan cara memperbesar trotoar, atau membuat jalur pedestrian. Sementara lajur kendaraan akan dipersempit, hanya cukup untuk 1 mobil. Tak ada area parkir.
 
"Kalau sampai direlokasi kami menolak, keberatanlah. Apalagi sekarang lagi musim sulit, dagangan sepi terus," kata Yaya Heryana pedagang perlengkapan sekolah di Jalan HZ Mustofa, Rabu (29/6/2022).
 
Dia yang mengaku sudah berjualan sejak 1992 di trotoar jalan itu khawatir kehilangan langganan jika direlokasi. "Intinya kami siap mengikuti pemerintah, tapi jangan sampai digusur. Kalau dianggap kumuh, mungkin bisa diseragamkan tempat jualannya supaya lebih rapi," kata Yaya.
 
 
Meski demikian dia mengaku belum menerima pemberitahuan atau sosialisasi terkait rencana penataan Jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung tersebut. "Belum ada (sosialisasi), malah kami menunggu supaya kita tahu pasti mau seperti apa ke depannya. Sekarang kan baru sebatas "euceuk jeung cenah" (kabar burung)," kata Yaya.
 
Salah seorang juru parkir di Jalan HZ Mustofa, Dayat mengaku resah dengan adanya rencana tersebut. Karena jika tak ada lahan parkir, mata pencahariannya pun terancam. "Saya rugi, tapi pemerintah juga mungkin rugi. Kan dari parkir ada pemasukan," kata Dayat.
 
Dayat mengaku setiap bulan dia setor pendapatan parkir sekitar Rp 3 juta kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. "Di jajaran ini saja ada 20 juru parkir, berarti Rp 60 juta sebulan dari sini saja. Sementara jalan ini panjang," kata Dayat.
 
Dia juga mempertanyakan jika di jalan HZ Mustofa tak ada parkir, bagaimana parkir pegawai toko. "Jangan dulu mikirin pengunjung, untuk parkir pegawai toko saja sudah bingung," kata Dayat.
 
Opsi mengalihkan parkir pengunjung HZ Mustofa ke Jalan Pemuda menurut dia tak akan efektif. "Rasanya tidak akan beres kalau jalan yang asalnya hidup dijadikan tempat parkir. Jalan Pemuda itu sekarang saja sudah penuh," kata Dayat.
 
Dayat mengaku belum menyampaikan keresahannya itu karena dia pun belum diberi sosialisasi terkait rencana tersebut.
 
 
Di tempat terpisah Wali Kota Tasikmalaya M Yusuf mengatakan rencana penataan jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung akan segera dilaksanakan. "Jadi (ditata), sekarang baru selesai lelang," kata Yusuf, Senin (27/6/2022).
 
Dia mengaku sudah mendengar adanya pertanyaan dan keresahan dari beberapa kalangan terkait rencana itu. "Nanti akan kita undang untuk sosialisasi, saya tahu sudah banyak yang teriak-teriak tuh, terutama pedagang. Nanti kita undang," kata Yusuf.
 
Dia menyesalkan kepala-kepala dinas yang sempat mengikuti rapat koordinasi rencana penataan ini tidak memberitahu kepada jajarannya di tingkat bawah, sehingga terjadi kebingungan di masyarakat. "Waktu rakor sama saya, itu kepala OPD rupanya tidak meneruskan ke staf-stafnya. Sehingga pas stafnya ditanya masyarakat, mereka menjawab tidak tahu," kata Yusuf.
 
Padahal kata Yusuf, koordinasi lintas OPD itu sudah memiliki gambaran atau rencana sesuai dengan tugasnya masing-masing. Misalnya Dinas Perdagangan yang mengatur PKL, Dinas Lingkungan Hidup yang mengatur pepohonan dan fasilitas publik hingga Dinas Perhubungan yang mengatur parkir. "Itu sudah ada rencana kerjanya masing-masing. Bukan hanya Dinas PU, semua dinas yang terkait harus ikut menyiapkan rencana," kata Yusuf.
 
Khusus terkait parkir, Yusuf mengatakan bahwa area parkir dialihkan ke Jalan Pemuda. "Untuk area parkir semua belok ke Jalan Pemuda. Nanti dibuat taman parkir, kan jadi beda tarifnya kalau taman parkir," kata Yusuf.
 
Dia menargetkan penataan itu selesai dilakukan tahun ini, termasuk dengan segala sarana pendukungnya. "Tahun ini harus beres," kata Yusuf.***
 

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Desa Cijulang, Tahun Lahir, Asal-Usul

Selasa, 2 Agustus 2022 | 23:00 WIB

Penyertaan Modal BUMD di Tahun 2023

Minggu, 31 Juli 2022 | 19:58 WIB

Tagar @BlokirKominfo Menggelegar di Twitter

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:59 WIB

Odong-Odong Dilarang Berkeliaran di Jalan Raya

Jumat, 29 Juli 2022 | 14:06 WIB

KUA PPAS 2023 Masih Dibahas DPRD

Jumat, 29 Juli 2022 | 12:49 WIB
X