• Senin, 8 Agustus 2022

Dunia Terancam Krisis Pangan Jokowi Minta Negara G7 dan G20 Cari Solusi

- Kamis, 30 Juni 2022 | 09:19 WIB
Presiden Jokowi diundang ke acara KTT G7 di Jerman (Instagram/@jokowi)
Presiden Jokowi diundang ke acara KTT G7 di Jerman (Instagram/@jokowi)

TINTAPUTIH - Dunia dalam ancaman krisis pangan yang nyata, para pemimpin negara yang tergabung pada G7 maupun G20 harus segera mencari solusi konkret. Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi dalam kegiatan KTT BRICS High Level Dialogue on Global Development.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi berharap rantai pasok pangan dan pupuk dunia harus berjalan normal. Hal itu untuk menghindari ancaman krisis pangan dunia akibat perang antara Ukraina dan Rusia.

“Bapak Presiden menekankan perlu tindakan yang cepat untuk mencari solusi konkret. Produksi pangan harus ditingkatkan, rantai pasok pangan dan pupuk global harus kembali normal,” demikian ungkap Retno dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Ancaman krisis pangan tidak terlepas dari dampak perang antara Rusia dengan Ukraina yang merupakan produsen dan eksportir komoditas utama dunia dan pupuk.
Perang telah membuat produksi dan distribusi berbagai komoditas pangan dan pupuk terganggu. Selain itu, banyak negara yang melakukan embargo terhadap produk Rusia sebagai bentuk sanksi atas perang yang terjadi sampai saat ini.

Baca Juga: Berbeda dengan Muhammadiyah, Kemenag Tetapkan Hari Raya Iduladha Pada tanggal 10 Juli

Upaya pemerintah dalam mengatasi tantangan di sektor pangan nasional salah satunya adalah dengan melakukan kebijakan redistribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan hasil rekomendasi panja Komisi IV DPR. Di mana, subsidi pupuk akan difokuskan kepada jenis Urea dan NPK yang selama ini banyak digunakan para petani tanah air.

Adapun ancaman krisis pangan yang dimaksud, dikatakan Retno adalah berdasarkan data World Food Program yang menyatakan terdapat 323 juta orang di negara berkembang menghadapi kerawanan pangan akut pada tahun 2022.

Dari data tersebut, perempuan dan keluarga miskin menjadi yang paling terkena dampak, sehingga jika itu terjadi maka menjadi hak asasi manusia (HAM).

Dikatakan Retno, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya dukungan negara G20 untuk mereintegrasikan ekspor gandum dari Ukraina, serta ekspor komoditi pangan dan pupuk dari Rusia ke dalam rantai pasok global dan tidak mengenakan sanksi terhadap komoditi pangan dan pupuk yang berasal dari dua negara yang sedang berkonflik ini.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Desa Cijulang, Tahun Lahir, Asal-Usul

Selasa, 2 Agustus 2022 | 23:00 WIB

Penyertaan Modal BUMD di Tahun 2023

Minggu, 31 Juli 2022 | 19:58 WIB

Tagar @BlokirKominfo Menggelegar di Twitter

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:59 WIB

Odong-Odong Dilarang Berkeliaran di Jalan Raya

Jumat, 29 Juli 2022 | 14:06 WIB

KUA PPAS 2023 Masih Dibahas DPRD

Jumat, 29 Juli 2022 | 12:49 WIB
X