• Selasa, 27 September 2022

Presiden Jokowi Keluarkan Inpres, Biaya Persalinan Warga Miskin Ditanggung Negara

- Rabu, 20 Juli 2022 | 07:20 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Istimewa)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Istimewa)


TINTAPUTIH - Negara akan menanggung biaya persalinan ibu melahirkan. Hal itu menyusul terbitnya Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Bagi Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, dan Bayi Baru Lahir melalui Program Jaminan Persalinan.

Peraturan terkait biaya persalinan ibu hamil itu mulai berlaku sejak dikeluarkan pada tanggal 12 Juli 2022 lalu.

Peraturan itu diterbitkan dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir yang memenuhi kriteria fakir miskin dan orang tidak mampu serta tidak memiliki jaminan kesehatan untuk mencegah kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Baca Juga: Berjaya di Ajang Taekwondo ChunCheon Korea Open 2022, Sidiq Sempat Tegang

"Untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir melalui Program Jaminan Persalinan (Jampersal) yang disesuaikan dengan manfaat dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional,” kata Presiden Jokowi dikutip dari situs resmi Setkab.

Di dalam Inpres juga dijelaskan mengenai ketentuan pendanaan untuk peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir melalui Program Jampersal.

Pendanaan ibu melahirkan tersebut dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Manchester United Ingin Jual Cristiano Ronaldo tapi Susah Laku, Ini Daftar 4 Klub Besar yang Menolaknya

“Pendanaan sebagaimana dimaksud termasuk untuk operasional pengelolaan Program Jampersal yang dibebankan pada dana operasional BPJS Kesehatan yang dapat bersumber dari tambahan dana operasional Program Jaminan Kesehatan Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Inpres.

Instruksi ini ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Sosial (Mensos), para gubernur, para bupati/wali kota, serta Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan). Inpres 5/2022 ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2022.***

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD Dorong Terbentuknya Rumah Kemasan UMKM

Sabtu, 24 September 2022 | 22:13 WIB

Ketua Dewan : Karangtirta Akan Bangkit Lagi

Sabtu, 24 September 2022 | 18:05 WIB

Cara Cek Lolos Penerima Prakerja Gelombang 43

Sabtu, 3 September 2022 | 05:41 WIB

Cara Cek Harga Pertamina, Pertamax Hingga Dex Lite

Sabtu, 3 September 2022 | 05:35 WIB

Ketua DPRD : APBD Harus Memihak Masyarakat

Senin, 29 Agustus 2022 | 12:38 WIB

Terpopuler

X