• Rabu, 30 November 2022

10 Rumah Terancam Longsor Warga Panyalahan Pamijahan Was-was

- Senin, 26 September 2022 | 15:56 WIB
Rumah Kusnadi warga Kampung Panyalahan, Desa Pamijahan RT.03, RW 03, terancam longsor, tampak seorang warga sedang memotong pohon yang tumbang tergerus longsor hujan semalaman. (Ai Setiadi)
Rumah Kusnadi warga Kampung Panyalahan, Desa Pamijahan RT.03, RW 03, terancam longsor, tampak seorang warga sedang memotong pohon yang tumbang tergerus longsor hujan semalaman. (Ai Setiadi)

TINTAPUTIH - Hujan yang mengguyur wilayah Tasikmalaya selatan (Tasela) sekitar 7 harian, sejumlah titik dan pemukiman terancam longsor. Bahkan 10 rumah warga Kampung Panyalahan, Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, lokasinya kini terancam longsor.

Aep salah satu warga yang rumahnya terancam longsor, sejak hujan malam tadi tidak bisa tidur, pasalnya posisi belakang rumahnya ada dipinggir jurang, dibawahnya ada saluran cacing jika hujan deras otomatis jurang itu akan tergerus.

“Jika saja jurang yang tingginya sekitar 20 M, diatas rumah warga tergerus air di bawahnya longsorannya otomatis akan membendung saluran cacing dan airnya yang deras itu akan naik keatas, jika tidak ditangani secara cepat. Tidak mustahil bisa merendam 10 rumah warga yang ada disekitarnya,” kata Aep saat bersama warga membantu tetangganya Kusnadi yang rumahnya terancam longsor dan ambruk.

Baca Juga: Viral, Anggota DPRD Depok Diduga Aniaya Supir Truk

Aep menandaskan kejadian longsor terjadi saat hujan deras tadi pukul 07.00 WIB, Senen, 26 September 2022, rumah Kusnadi tetangga dekatnya, bagian belakang rumahnya, terancam longsor karena posisinya berada di pinggir jurang.

Emup istri Kusnadi mengaku was-was, karena rumah bagian belakangnya (dapur) hanya tinggal beberapa sentimeter lagi terancam longsor. Bahkan ruang dapur tanahnya sudah mulai retak. Sedangkan suaminya saat belakang rumah kini terancam longsor sedang bekerja di luar.

“Terus terang saja saya bersama anak was-was, jika saja longsor terjadi kemana harus pindah kemana?,” tutur Emup gelisah.

Ketua RT 03, RW 03 Tedi Setiadi menambahkan untuk mengantisipasi kejadian ke depannya, apalagi jika hujan terus mengguyur tebing di dekat rumah Kusnadi. Solusinya harus dibuat penahan longsor (bronjong).

“Sebenarnya kendati tidak hujan, bisa saja tebing yang ada di belakang rumah Kusnadi bisa saja longsor. Rencana warga akan membuat penahan longsor, hanya kami sedang kebingungan karena tidak ada biaya,” jelas Tedi.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus TBC Meningkat Begini Langkah Dinkes Pangandaran

Rabu, 23 November 2022 | 13:24 WIB

DLHK Pangandaran Kekurangan Armada Pengangkut Sampah

Rabu, 16 November 2022 | 09:50 WIB

Pemkab Pangandaran Tertibkan Tempat Hiburan Malam

Rabu, 16 November 2022 | 09:22 WIB

Upaya Pemkot Tasikmalaya Pertahankan Lahan Pertanian

Selasa, 8 November 2022 | 12:49 WIB

Terpopuler

X