• Rabu, 30 November 2022

Upaya Pemkot Tasikmalaya Pertahankan Lahan Pertanian

- Selasa, 8 November 2022 | 12:49 WIB
ilustrasi area pesawahan
ilustrasi area pesawahan

TINTAPUTIH - Meski berstatus sebagai wilayah urban namun potensi pertanian di Kota Tasikmalaya dinilai masih signfikan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Adang Mulyana mengatakan Kota Tasikmalaya masih memiliki 3.800 hektar sawah produktif.

"Dari 3.800 hektar sawah di Kota Tasikmalaya ada 200 hektarnya sudah berhasil pola tanam panen 4 kali setiap tahunnya. Itu jadi unggulan produksi pangan di Kota Tasikmalaya, karena hasil produksinya jadi bertambah sampai 50 persen," jelas Adang di acara pasar murah yang dihelat di kantor Samsat Kota Tasikmalaya, Selasa (8/11/2022).

Keberadaan sawah produktif tersebut menurut Adang menjadi pilar atau andalan ketahanan pangan di Kota Tasikmalaya. Produksi padi di Kota Tasikmalaya ini bisa menopang kebutuhan pangan masyarakat Kota Tasikmalaya sendiri.

"Seperti sekarang ada pasar murah untuk ketahanan pangan di Samsat Kota Tasikmalaya ini, semua yang dijual mulai beras, ikan, dan sayuran lainnya itu semua berasal dari hasil tani masyarakat Kota Tasikmalaya. Bukan dari Bulog," kata Adang.

Namun demikian Adang mengatakan keberadaan sawah produktif itu saat ini memang dalam posisi terancam seiring dengan pesatnya pembangunan dan kehidupan sosial di masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat aturan untuk melindungi area pesawahan itu dari proses alih fungsi. Adang memaparkan Pemkot Tasikmalaya sedang menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang LP2B atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Regulasi ini diharapkan bisa melindungi lahan pesawahan yang potensial supaya tak beralih fungsi mejadi pemukiman atau lainnya.

"Mudah-mudahan Perda LP2B yang disusun oleh Pemkot Tasikmalaya ini akan selesai di akhir tahun 2022 ini. Sehingga meski pun perkotaan, lahan pertanian tetap terlindungi," kata Adang.

Para pelaku usaha pertanian di Kota Tasikmalaya menurut Adang memiliki ruang pasar yang sangat potensial. Hal ini berkaitan dengan keberadaan pasar induk Cikurubuk yang berada di Kota Tasikmalaya.

Adang mengatakan selama ini jumlah permintaan hasil pertanian di lebih basar ketimbang produksi hasil pertanian di Kota Tasikmalaya.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus TBC Meningkat Begini Langkah Dinkes Pangandaran

Rabu, 23 November 2022 | 13:24 WIB

DLHK Pangandaran Kekurangan Armada Pengangkut Sampah

Rabu, 16 November 2022 | 09:50 WIB

Pemkab Pangandaran Tertibkan Tempat Hiburan Malam

Rabu, 16 November 2022 | 09:22 WIB

Upaya Pemkot Tasikmalaya Pertahankan Lahan Pertanian

Selasa, 8 November 2022 | 12:49 WIB

Terpopuler

X