• Rabu, 30 November 2022

Dian Heri Sofian Terpilih Menjadi Ketua Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia

- Minggu, 13 November 2022 | 15:06 WIB
Dian Heri Sofian terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) dalam acara musyawarah nasional (Munas) VII IALI yang dihelat di hotel Niagara Kawasan Danau Toba Sumatera Utara, Sabtu (12/11/2022).
Dian Heri Sofian terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) dalam acara musyawarah nasional (Munas) VII IALI yang dihelat di hotel Niagara Kawasan Danau Toba Sumatera Utara, Sabtu (12/11/2022).

TINTAPUTIH - Arsitek asli Ciamis, Dian Heri Sofian terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) dalam acara musyawarah nasional (Munas) VII IALI yang dihelat di hotel Niagara Kawasan Danau Toba Sumatera Utara, Sabtu (12/11/2022). Selain itu Munas juga menetapkan Suci Widianingrum sebagai Ketua Majelis IALI periode 2022 - 2025.

Dian Heri mengatakan salah satu tugas penting dalam kepengurusan ini adalah menyosialisasikan Peraturan Menteri ATR/BPN No.14/2022 tentang Pedoman Penyediaan dan Permanfaatan RTH bagi provinsi provinsi di seluruh Indonesia.

"Selain tentu kita juga mengawal proses perencanaan dan pembangunan IKN bersama dengan asosiasi profesi lain yang telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir ini," kata Dian Heri.

Baca Juga: Upaya Pemkot Tasikmalaya Pertahankan Lahan Pertanian

Dia mengatakan IALI sendiri merupakan satu-satunya asosiasi profesi yang menaungi arsitek lanskap di Indonesia yang merupakan anggota International Federation of Landscape Architect (IFLA).

Saat ini IALI telah hadir di 20 provinsi dan telah terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi melalui Surat Keputusan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi No.9/KPTS/LPJK/IV/2022.

Dian Heri menjelaskan arsitek lanskap adalah individu yang merencana, merancang dan mengelola lingkungan alam dan binaan.

"Termasuk di dalamnya lanskap ruang terbuka, taman/kebun, sekolah, perkantoran, jalan, ruang luar dan lainnya dengan mengaplikasikan prinsip prinsip estetika dan ilmiah dalam merespon isu-isu keberlanjutan ekologis, kualitas dan kesehatan lanskap, ingatan kolektif, warisan sejarah dan budaya, serta keadilan teritorial," kata Dian Heri.

Baca Juga: Bupati Jeje Ungkap Peran Koperasi Kendalikan Inflasi di Pangandaran

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus TBC Meningkat Begini Langkah Dinkes Pangandaran

Rabu, 23 November 2022 | 13:24 WIB

DLHK Pangandaran Kekurangan Armada Pengangkut Sampah

Rabu, 16 November 2022 | 09:50 WIB

Pemkab Pangandaran Tertibkan Tempat Hiburan Malam

Rabu, 16 November 2022 | 09:22 WIB

Upaya Pemkot Tasikmalaya Pertahankan Lahan Pertanian

Selasa, 8 November 2022 | 12:49 WIB

Terpopuler

X