• Rabu, 30 November 2022

Pemkot Tasikmalaya Jadi 15 Kota Inovasi Terbaik se-Indonesia Lewat Layar Kusumah

- Rabu, 23 November 2022 | 11:04 WIB
Pj Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah berfoto bersama Kadis Sosial Hendara Budiman.
Pj Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah berfoto bersama Kadis Sosial Hendara Budiman.

TINTAPUTIH- Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya melalui Dinas Sosial menjadi 15 terbaik program inovasi Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Kementerian Bappenas RI.

Kota Tasikmalaya lewat inovasi layanan antar sampai ke rumah (Layar Kusumah) pun masuk 15 nominasi terbaik program unggulan kota yang nantinya akan dipilih menjadi yang terbaik se-Indonesia.

Penjabat Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah pun langsung mempresentasikan kepada para panelis tentang program unggulan daerahnya yang terintegrasi dengan program Kartu Indonesia Sehat (KIS) Presiden RI Joko Widodo itu di Gedung Apeksi, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/11/2022).

"Betul, Alhamdulillah Kota Tasikmalaya melalui program Layar Kusumah dinas sosial masuk 15 besar program unggulan kota terbaik se-Indonesia. Kemarin kita sudah presentasikan di Jakarta yang nantinya akan dipilih menjadi yang terbaik di Indonesia," jelas Cheka kepada wartawan di kantornya, Rabu (23/11/2022).

Cheka menambahkan, program Layar Kusumah selama ini melayani masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya warga tak mampu untuk mendapatkan layanan antar-jemput berobat ke rumah sakit selama 24 jam setiap harinya.

Selain itu, mobil khusus Layar Kusumah Dinsos Kota Tasikmalaya pun melayani penjemputan orang terlantar, pasien terapi disabilitas sampai distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Itu mobilnya dengan petugasnya khusus melayani masyarakat tanpa libur tiap pekannya. Jadi selama 7 hari, 24 jam tiap harinya tanpa libur siap melayani masyarakat tak mampu di Kota Tasikmalaya," tambah Cheka.

Selama dilayani dengan Layar Kusumah, setiap pasien dan keluaragnya pun mendapatkan biaya operasional gratis yang anggarannya bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) daerah setempat.

Bukan hanya antar-jemput pasien di rumah sakit dalam kota saja, lanjut Cheka, tapi sampai ke rumah sakit rujukan di Bandung seperti RSHS, RS Mata Cicendo, Bandung, RS Santosa, RS Al Ihsan Bandung dan RS Paru Rotinsulu Bandung.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus TBC Meningkat Begini Langkah Dinkes Pangandaran

Rabu, 23 November 2022 | 13:24 WIB

DLHK Pangandaran Kekurangan Armada Pengangkut Sampah

Rabu, 16 November 2022 | 09:50 WIB

Pemkab Pangandaran Tertibkan Tempat Hiburan Malam

Rabu, 16 November 2022 | 09:22 WIB

Upaya Pemkot Tasikmalaya Pertahankan Lahan Pertanian

Selasa, 8 November 2022 | 12:49 WIB

Terpopuler

X