• Minggu, 28 November 2021

Polisi Selidiki Tragedi 11 Siswa Mts Tewas Tenggelam

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:57 WIB

Ciamis - Aparat Polres Ciamis mulai turun tangan menyelidiki tragedi tewasnya 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung Ciamis di sungai Cileueur Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, Jumat (16/10/201).

Tim Inafis Polres Ciamis sudah melakukan olah tempat kejadian perkara pada Sabtu (16/10/2021). Hasil penyelidikan polisi menyatakan siswa yang menjadi korban itu diduga terpelesat saat bersama-sama menyeberangi sungai.

Akibat terpeleset itu, mereka terdorong ke bagian lubuk atau leuwi sungai yang memiliki pusaran air.

"Kegiatan Pramuka untuk menyusuri sungai, namun kegiatan Pramuka dari Mts bukan dari Kwartir. Di mana ini (kegiatan) untuk bersihkan sampah di sekitar sungai. Ada susur sungai menyeberang dari Barat ke Timur. Mereka menyeberang bersama," ujar Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi di Mapolres Ciamis.

Dia juga membenarkan ada 150 siswa dan beberapa orang pembina yang melaksanakan kegiatan susur sungai tersebut.

Hasil pemeriksaan polisi, bagian sungai yang awalnya diseberangi oleh siswa memiliki kedalaman sekitar 70 sentimeter. Namun tak jauh dari posisi mereka menyeberang terdapat lubuk atau leuwi yang dalamnya sekitar 200 sentimeter.

Kecelakaan itu terjadi setelah ada siswa yang terpeleset lalu terdorong ke arah leuwi. Karena mereka menyeberang sambil berpegangan tangan, sontak semua langsung goyah. Sehingga setidaknya ada 13 orang yang terseret ke leuwi.

"Anak-anak menyeberang dari Barat ke Timur setelah mengambil sampah. Mungkin ada beberapa terpeleset dan saling menarik. Tapi masih kami selidiki secara pasti," katanya.

Ketika kejadian, siswa yang selamat memberitahu ke pihak desa lalu ke Polres sampai berkoordinasi dengan BPBD, TNI dan Tagana untuk evakuasi.

"Jadi awalnya kami kira itu kelompok pertama. Ternyata semua bersama, hanya dari 150 orang, 13 itu terbawa arus ke selatan. Kedalamannya lebih dalam dari posisi menyeberang," kata Wahyu.

Sarana Penunjang Keselamatan dan Izin Kegiatan


Terkait dengan ketersediaan alat atau sarana penunjang keselamatan saat melakukan penyeberangan sungai, polisi sampai saat ini belum menemukan fakta-fakta.

Berdasarkan keterangan saksi, siswa menyeberang dengan cara saling bergandengan tangan. Tak ada bentangan tali apalagi alat pelampung.

"Kami belum bisa katakan ada atau tidak alat pengaman. Kami proses pemeriksaan, apakah sekolah disiapkan SOP-nya. Yang kami sayangkan itu seharusnya ada. Walaupun kedalaman hanya 70 sentimeter," kata Wahyu.

Disamping itu polisi juga belum menyimpulkan ada tidaknya unsur kelalaian dalam tragedi ini. Polisi masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

Saat ini pihak sekolah masih berduka dan tidak ada siapa pun yang mengharapkan ini terjadi. Pihaknya akan profesional dan proporsional dalam menangani kasus ini.

Terkait dengan izin kegiatan, Wahyu berharap semua kegiatan masyarakat apapun itu minimal menyampaikan pemberitahuan ke Satgas COVID-19. Terlebih saat ini masih dalam pemberlakukan PPKM.

"Paling tidak menyampaikan pemberitahuan. Sebetulnya bukan hanya pencegahan COVID-19. Tapi pintu masuk bagaimana pemerintah mengkaji tingkat kesiapan, keselamatan dan kesehatan kegiatan tersebut. Masyarakat diharapkan memanfaatkan itu. Bukan maksud menghalangi kegiatan tapi untuk keselamatan kita semua," kata Wahyu.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Polisi Jadikan Angkutan Umum Media Kampanye Prokes

Sabtu, 13 November 2021 | 15:38 WIB

Mabuk "Kentang" Nekat Begal Ponsel, Berakhir di Bui

Rabu, 10 November 2021 | 21:30 WIB

Korban Tenggelam Pantai Karapyak Ditemukan Tewas

Sabtu, 6 November 2021 | 09:38 WIB

Ratusan Warga Tasikmalaya Tertipu Investasi Bodong

Senin, 1 November 2021 | 16:19 WIB
X