• Minggu, 28 November 2021

Ratusan Warga Tasikmalaya Tertipu Investasi Bodong

- Senin, 1 November 2021 | 16:19 WIB
warga tasikmalaya korban investasi bodong
warga tasikmalaya korban investasi bodong

Tasikmalaya - Ratusan warga Tasikmalaya tertipu praktek investasi bodong. Kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah. Para korban terjebak oleh iming-iming keuntungan yang menggiurkan.

Kini puluhan korban yang didominasi kalangan mahasiswa tersebut tengah berjuang menuntut keadilan. Mereka didampingi oleh firma hukum Yogi Muhammad Rahman di Jalan Benda Kota Tasikmalaya.

Kasus ini menjadi bukti tingginya minat investasi di kalangan milenial tidak ditopang oleh literasi investasi dan keuangan yang memadai. Berharap untung malah buntung.

Mega, salah seorang korban misalnya tak menyangka uang lebih dari Rp 20 juta yang diinvestasikan pada teman sekelasnya L dalam modus bertajuk investasi, kini belum jelas nasibnya.

"Saya dan teman-teman tergiur postingan teman saya yang tergolong cepat memiliki barang yang jadi impian anak muda," ujar Mega saat bersama lebih dari 50 korban investasi ilegal lain melakukan konsultasi ke kantor Firma Hukum Yogi Muhammad Rahman.

Terlebih keuntungan di pekan pertama atau jangka waktu tertentu langsung bisa dinikmati. Mereka tampaknya tidak sadar tengah berada dalam perangkap, sehingga meyakinkan orang tua, pacar, teman dan lainnya untuk sama-sama berinvestasi. Kini mereka bingung dan was-was bahwa uang yang mereka tanam, tak kembali.

Yogi Rahman, advokat asal Tasikmalaya yang lebih banyak beracara di Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lain merasa prihatin dan memutuskan "turun gunung" untuk mengadvokasi para korban itu.

Dia menjelaskan dari 50 orang korban, total kerugian yang terakumulasi sudah mencapai Rp 750 juta dengan variasi nilai investasi antara Rp 4 juta hingga lebih dari 100 juta.

Ironisnya, uang yang diinvestasikan berasal dari orangtua mahasiswa, pinjaman online, cicilan untuk kredit sepeda motor hingga uang milik orang lain.

Dalam pertemuan itu, Yogi memetakan persoalan mulai yang korban yang tak memiliki alat bukti,  korban yang secara sukarela berinvestasi sampai yang diajak langsung oleh seseorang berinisial L warga Malangbong Garut. "Diduga korbannya mencapai 300 orang," kata Yogi.

Selanjutnya Yogi akan melakukan laporan gugatan perdata ke Polres Kota Tasikmalaya dan mengajukan class action.

"Kita akan dalami dan melaporkan terduga dengan pidana penipuan dan penggelapan, ITE dan perdatanya. Malah kalau kerugian di atas Rp I miliar, kita akan laporkan ke Polda," ujar Yogi.

DPRD Kota Tasikmalaya Dukung Penegakan Hukum


Sementara itu kasus investasi bodong ini mendapat sorotan dari Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.

Dia mengaku prihatin dengan peristiwa yang telah menyebabkan kerugian bagi ratusan masyarakat tersebut.

"Di tengah kondisi ekonomi belum normal akibat pandemi Covid,  bujuk rayu dari model investasi itu harus benar-benar diwaspadai," ujar Aslim.

Pihaknya berharap agar kasus ini diselesaikan secara hukum dan tuntas sampai ke akar-akarnya, sehingga pelakunya bisa jera dan tidak mengulangi lagi perbuatan yang merugikan tersebut.

"Kami di DPRD optimis dan percaya para penegak hukum bisa menangani persoalan tersebut sampai tuntas ," ujar Aslim.

Dia mengingatkan agar masyarakat tak mudah terbujuk rayuan investasi yang belum jelas asal usulnya. Paling tidak, masyarakat harus faham dulu regulasi tentang legalitas layanan investasi tersebut.

"Kalau sudah seperti ini kan jadi rugi, tujuan mencari keuntungan malah menjadi rugi. Para korban investasi ilegal sudah sangat tepat datang praktisi hukum," ujarnya.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Polisi Jadikan Angkutan Umum Media Kampanye Prokes

Sabtu, 13 November 2021 | 15:38 WIB

Mabuk "Kentang" Nekat Begal Ponsel, Berakhir di Bui

Rabu, 10 November 2021 | 21:30 WIB

Korban Tenggelam Pantai Karapyak Ditemukan Tewas

Sabtu, 6 November 2021 | 09:38 WIB

Ratusan Warga Tasikmalaya Tertipu Investasi Bodong

Senin, 1 November 2021 | 16:19 WIB
X