• Minggu, 28 November 2021

Korban Tenggelam Pantai Karapyak Ditemukan Tewas

- Sabtu, 6 November 2021 | 09:38 WIB
korban karapyak ditemukan
korban karapyak ditemukan

Pangandaran - Kegigihan keluarga Muhamad Usamah Salahudin (13) warga Dusun/Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar, yang tenggelam di pantai Karapyak Pangandaran, Minggu (31/10/2021) akhirnya terjawab.

Jenazah Usamah berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (6/11/2021).

Jenazah korban ditemukan tim SAR terapung di pinggir pantai dan terombang-ambing ke tepian sekitar pukul 8 pagi. Petugas dan warga langsung melakukan evakuasi.

Kondisi jenazah korban sudah dalam keadaan rusak pada beberapa bagian tubuhnya. Hal itu karena korban tenggelam hampir satu pekan. Korban dapat dikenali pihak keluarga dari celana yang masih menempel di jasadnya.

"Ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, sekitar pukul 8 pagi tadi. Jenazah muncul ke permukaan dan terombang-ambing gelombang," kata Serda Endang Sahrirusi, anggota Pos TNI AL Pangandaran yang ikut dalam tim SAR.

Endang menjelaskan setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Kalipucang untuk visum dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga. "Langsung dibawa ke Puskesmas Kalipucang," kata Endang.

Penantian Keluarga Korban Terjawab


Penemuan jenazah korban ini seakan menjawab kegigihan keluarga korban yang tak beranjak pulang dari pantai Karapyak sejak kecelakaan itu terjadi. Keluarga korban bertahan menanti proses pencarian di tepi pantai, sejak hari Minggu lalu.

Baru di hari ke tujuh atau di hari terakhir upaya pencarian, penantian keluarga korban akhirnya terjawab.

"Kami akan menunggu, sampai 7 hari setelah kejadian, sampai proses pencarian dihentikan," kata Adi Hadiyanto (39) bapak korban, Kamis (4/11/2021).

Adi mengaku sudah pasrah dan ikhlas apa pun yang terjadi pada anak semata wayangnya itu. Dia mengaku memilih bertahan untuk menuntaskan rasa penasaran dan kesedihan akibat musibah itu.

"Kalau masih hidup Alhamdulillah, kalau pun takdirnya meninggal, kami ikhlas. Mudah-mudahan anak saya meninggal husnul khatimah," kata Adi.

Dia mengaku sudah berwisata ke pantai Karapyak sebanyak 3 kali dan menjadi destinasi favorit keluarganya.

Di hari nahas itu korban dan seorang sepupunya sedang asyik memungut kelomang dan kerang di hamparan karang yang agak surut. Namun sebelum kejadian aktivitas anaknya luput dari pantauan.

"Saya sedang mengantar ibu saya ke jamban, tahu-tahu ada kabar anak saya tenggelam. Kan waktu itu saya sekeluarga berwisata ke sini," kata guru madrasah itu.

Selama 7 hari berharap dan bertahan di tepi pantai menanti kabar dari tim SAR, Adi dan keluarganya ditemani oleh tim psikososial Tagana Kabupaten Pangandaran. Tim ini memberikan pendampingan kepada keluarga korban.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Polisi Jadikan Angkutan Umum Media Kampanye Prokes

Sabtu, 13 November 2021 | 15:38 WIB

Mabuk "Kentang" Nekat Begal Ponsel, Berakhir di Bui

Rabu, 10 November 2021 | 21:30 WIB

Korban Tenggelam Pantai Karapyak Ditemukan Tewas

Sabtu, 6 November 2021 | 09:38 WIB

Ratusan Warga Tasikmalaya Tertipu Investasi Bodong

Senin, 1 November 2021 | 16:19 WIB
X