• Minggu, 28 November 2021

Dua Pengedar Hexymer di Ciamis dan Pangandaran Diciduk Polisi

- Rabu, 10 November 2021 | 21:06 WIB
IMG-20211110-WA0036
IMG-20211110-WA0036

Ciamis - Dua orang pengedar obat terlarang jenis hexymer asal Ciamis dan Pangandaran, diciduk aparat satuan reserse Narkoba Polres Ciamis. Dari tangan kedua tersangka diamankan ribuan butir pil hexymer.

Kedua tersangka diketahui berinisial AS (31) warga Ciamis dan MF alias Vito. Tersangka AS ditangkap di wilayah Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis sementara MF alias Vito diamankan di sekitar pantai Pangandaran.

"Pengungkapan narkoba ini dilakukan dalam waktu berdekatan, sekitar akhir September dan awal Oktober. Pengungkapan berhasil dilakukan berkan informasi masyarakat yang ditindaklajuti secara cepat oleh tim Sat Reserse Narkoba Polres Ciamis," ujar Kapolres Ciamis AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi didampingi Kasat Res Narkoba Iptu Imanudin, Rabu (10/11/2021).

Polisi mengamankan 915 butir hexymer dari tangan tersangka MF dan 763 butir diamankan dari tangan tersangka AS.

"Atas perbuatannya itu, kedua tersangka kita kenakan Pasal 196 Jo Pasal 197 Undang Undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tegas Kapolres.

Atas kejadian tersebut, Kapolres menghimbau kepada warga masyarakat untuk agar lebih bijak dalam kegiatan sehari-hari khususnya kegiatan wisata.

"Ini dampak dari pada euforia di wisata dan itu salah satu dampak negatifnya. Kami bersama Forkopimda akan lebih meningkatkan pengawasan, mulai dari protokol kesehatan, mobilitas masyarakat dan ditambah terkait pencegah peredaran narkoba di kawasan wisata," kata Wahyu.

Hexymer Aslinya Obat Parkinson


Penyalahgunaan obat hexymer untuk mabuk-mabukan belakangan marak terjadi. Obat ini dikonsumsi dengan melebihi dosis dengan tujuan mendapatkan efek mabuk.

Hexymer sendiri adalah obat paten yang mengandung trihexyphenidyl, yaitu suatu obat antiparkinson, yang termasuk dalam kelas antimuskarinik.

Trihexyphenidyl adalah obat yang termasuk dalam jenis antikolinergik, yang bekerja dengan blokade impuls saraf dan relaksasi otot-otot tertentu. Oleh karena efeknya, maka obat ini digunakan untuk meminimalisir efek samping obat antipsikotik, terutama efek ekstrapiramidal.

Efek samping yang mungkin dapat timbul karena penggunaan hexymer adalah pandangan kabur, konstipasi atau susah buang air, pusing, mulut kering, gemetar, halusinasi hingga dada berdebar kencang.

Efek samping lain yang dapat timbul akibat penyalahgunaan hexymer adalah psikosis toksik dan euforia. Sedangkan penyalahgunaan hexymer jangka panjang mempunyai efek samping gangguan memori dan fungsi kognitif.

Penggunaan hexymer ini mutlak harus dengan resep dan dibawah pengawasan dokter. Dokter akan menentukan dosisnya dengan tepat, dan menentukan berapa dosis yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

Jika penggunaannya dilakukan secara ilegal atau tanpa aturan, bisa membahayakan keselamatan penggunanya.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Polisi Jadikan Angkutan Umum Media Kampanye Prokes

Sabtu, 13 November 2021 | 15:38 WIB

Mabuk "Kentang" Nekat Begal Ponsel, Berakhir di Bui

Rabu, 10 November 2021 | 21:30 WIB

Korban Tenggelam Pantai Karapyak Ditemukan Tewas

Sabtu, 6 November 2021 | 09:38 WIB

Ratusan Warga Tasikmalaya Tertipu Investasi Bodong

Senin, 1 November 2021 | 16:19 WIB
X