• Minggu, 28 November 2021

Perahu Penangkap Baby Lobster di Pantai Barat Pangandaran Diamankan Petugas

- Jumat, 19 November 2021 | 17:40 WIB
Petugas Jaga Lembur mengamankan sebuah perahu yang diduga milik penangkap baby lobster di pantai barat Pangandaran. (Faizal Amiruddin)
Petugas Jaga Lembur mengamankan sebuah perahu yang diduga milik penangkap baby lobster di pantai barat Pangandaran. (Faizal Amiruddin)

TINTAPUTIH - Aktivitas penangkapan benur atau baby lobster di Pangandaran Jawa Barat masih terjadi. Petugas pengamanan swadaya Jaga Lembur Pangandaran mengamankan sebuah perahu yang diduga milik penangkap baby lobster di pantai barat Pangandaran, Jumat 19 November 2021.

Perahu yang belum diketahui pemiliknya itu memuat berbagai alat tangkap baby lobster. Diantaranya jaring khusus, lampu, generator, dan lainnya. Untuk kepentingan penyelidikan, temuan itu kemudian diserahkan oleh petugas Jaga Lembur kepada Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Pangandaran.

Maman "Robot" salah seorang anggota Jaga Lembur Pangandaran mengatakan semula pihaknya curiga terhadap perahu tersebut. Karena perahu dengan nama lambung Mina Ciamis 532 itu sejak beberapa hari terakhir tak pernah sandar ke tepi pantai barat Pangandaran.

Perahu itu lebih memilih mengapung dengan melepas jangkar beberapa ratus meter dari tepi pantai. "Semula saya kira perahu pesiar atau perahu wisata yang biasa mengangkut wisatawan ke pantai pasir putih," kata Maman.

Namun pada Jumat siang itu, rupanya tali jangkar perahu itu putus. Sehingga perahu terbawa ombak dan terdampar di tepi pantai. Mendapati perahu tak bertuan, petugas Jaga Lembur kemudian melakukan pemeriksaan. "Ternyata isi perahu adalah alat tangkap baby lobster. Langsung saja kami amankan, kan penangkapan baby lobster di Pangandaran dilarang," kata Maman.

Setelah diamankan, perahu beserta peralatan yang ada di dalamnya diserahkan ke markas Polair Pangandaran.

Kepala Satpolair Pangandaran AKP Sugianto membenarkan adanya kejadian tersebut. "Ya kami menerima laporan dan penyerahan barang bukti perahu yang diduga digunakan untuk menangkap baby lobster," kata Sugianto.

Sugianto membenarkan melihat dari peralatan yang ada di perahu, besar kemungkinan pemilik kapal adalah nelayan yang menangkap baby lobster di wilayah perairan pantai Pangandaran.
"Selanjutnya akan kami lakukan penyelidikan mengenai siapa pemiliknya, untuk sementara perahu dan barang bukti alat tangkap kami amankan," kata Sugianto.

Dia juga menegaskan bahwa penangkapan baby lobster di Kabupaten Pangandaran merupakan aktivitas ilegal atau dilarang. "Iya tidak boleh, melanggar aturan. Nanti setelah terungkap akan kami jelaskan lebih lanjut," kata Sugianto.*

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Jadikan Angkutan Umum Media Kampanye Prokes

Sabtu, 13 November 2021 | 15:38 WIB

Mabuk "Kentang" Nekat Begal Ponsel, Berakhir di Bui

Rabu, 10 November 2021 | 21:30 WIB

Korban Tenggelam Pantai Karapyak Ditemukan Tewas

Sabtu, 6 November 2021 | 09:38 WIB

Ratusan Warga Tasikmalaya Tertipu Investasi Bodong

Senin, 1 November 2021 | 16:19 WIB
X