• Selasa, 9 Agustus 2022

12 Eks Pegawai KPK Menolak Jadi ASN Polri, Ini Alasannya

- Rabu, 8 Desember 2021 | 09:04 WIB
ilustrasi KPK (instagram/official KPK)
ilustrasi KPK (instagram/official KPK)

TINTAPUTIH - Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan jumlah eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menolak untuk gabung menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polri ada 12 orang.
"Yang tidak bersedia 12 orang," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa, 7 Desember 2021.

Sebelumnya ada delapan orang yang menyatakan penolakan, kemudian bertambah empat orang sehingga total menjadi 12 orang. Tambahan empat orang yang menolak itu merupakan mereka yang belum memberikan jawaban saat acara sosialisasi Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Khusus 57 Mantan Pegawai KPK pada Senin, 6 Desember 2021 kemarin. "Ya (empat yang menunggu konfirmasi kemarin). Sebanyak 44 lainnya sudah oke semua," tutur Dedi.

Sementara itu alasan penolakan 12 eks pegawai KPK itu beragam. Misalnya alasan yang diutarakan oleh Lakso Anindito melalui akun Twitter miliknya. "Saya bukan hanya menghormati melainkan mendukung pilihan kawan-kawan yang mengambil opsi ASN Polri sebagai salah satu langkah untuk mengkonfirmasi bahwa stigma TWK memang tidak mendasar. Adapun pilihan saya untuk tidak mengambil merupakan pertimbangan personal yang pada akhirnya tujuannya sama," tulis Lakso Anindito.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Liga Champions Tadi Malam.

Hal serupa diungkapkan eks pegawai KPK lainnya, Rasamala Aritonang. "Beberapa orang masih tanya mengapa saya tidak gabung ASN. Saya jawab karena sudah ada tanggungjawab yang tidak bisa ditinggalkan sebagai pengajar, juga komitmen lainnya. Hari ini kawan-kawan 57 yang melaksanakan assesment semoga lancar, kita dukung penuh," kata Rasamala di akun twitter miliknya.

Sebelumnya 44 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polri. Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan, dari total 57 mantan pegawai KPK sebagian besar menerima dengan mengisi kesediaan menjadi ASN Polri.

"Hasil sosialisasi yang mengisi surat perjanjian dan menyatakan bersedia menjadi ASN Polri sebanyak 44 orang," ujar Ramadhan dalam keterangannya, Senin, 6 Desember 2021.

Terpisah penyidik senior KPK, Novel Baswedan menyatakan dirinya bagian dari 44 orang yang menerima masuk sebagai ASN Polri tersebut. "Ya saya posisi menerima," ujarnya di Mabes Polri.

57 pegawai KPK itu sebelumnya diberhentikan pada 30 September lalu karena dinilai tidak memenuhi syarat sebagai ASN setelah gagal mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Kemudian, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan merekrut puluhan pegawai tersebut dan meminta izin kepada Presiden Joko Widodo.***

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Istri Ferdy Sambo Akan Diperiksa LPSK Besok

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Sopir dan Ajudan Istri Ferdy Sambo Ditahan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:51 WIB

Irjen Fredy Sambo Ditahan di Mako Brimob?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 00:22 WIB

Pelajar di Garut Jadi Pengedar Ganja Sintetis

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:39 WIB
X