• Kamis, 18 Agustus 2022

Lebih dari Setengah Orang Indonesia Khawatir Ada Gelombang Ketiga COVID-19

- Senin, 20 Desember 2021 | 19:36 WIB
Ilustrasi virus omicron
Ilustrasi virus omicron


TINTAPUTIH - Varian omicron dipastikan telah masuk ke Indonesia. Sejumlah orang yang diduga terkena virus corona varian baru tersebut telah menjalani isolasi di Wisma Atlet Jakarta.

Rupanya hal tersebut membuat sebagian besar masyarakat Indonesia khawatir. Mereka takut akan terjadi serbuan gelombang ketiga COVID-19.

Dari hasil survei Populi Center, sekitar 62,8 persen masyarakat Indonesia sudah tahu mengenai varian omicron. Sisanya sekitar 37,2 persen masih belum mengenal virus tersebut.

"Hasil ini menunjukkan tingkat kewaspadaan masyarakat Indonesia cukup tinggi terkait perkembangan Virus Covid-19," ujar Direktur Populi Center Usep Ahyar dalam rilis yang diterima tintaputih, Senin (20/12/2021).

Baca Juga: Hasil Survei Populi Center, Tokoh Asal Jawa Ini yang Paling Banyak Dapat Dukungan Jadi Presiden

Survei tersebut dilakukan oleh Populi Center terhadap 1.200 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Survei yang dilakukan sejak 1-9 Desember 2021 itu memiliki margin of error 2,83 persen.

Dari 1.200 responden sebagian besar menyatakan khawatir terhadap varian baru atau gelombang ketiga COVID-19 terjadi di Indonesia. Total ada 65,4 persen yang menjawab khawatir.

"Dari 65,4 persen ada 15,7 persen yang merasa sangat khawatir terhadap varian baru atau gelombang ketiga Virus Covid-19 dan sisanya 49,7 persen hanya khawatir," ucapnya.

Sementara sisanya 25,2 persen responden terbagi menjadi dua bagian yakni 22,6 persen tidak khawatir dan 2,6 persen mengaku sangat tidak khawatir.

"Hanya sebesar 8,3 persen yang menjawab biasa saja, sedangkan sebesar 1,2 persen tidak merespon pertanyaan ini," kata Usep.

Meski sebagian besar merasa khawatir, namun masyarakat Indonesia masih sangat percaya pemerintah dapat melakukan antisipasi. Terbukti dengan 76,2 persen responden yang mengaku yakin dan hanya 21,2 persen yang tidak yakin terhadap pemerintah.

Baca Juga: Sukses Budidaya Daun Kelor, Pria Asal Pangandaran ini Jadi Miliader

Di sisi lain responden juga sangat yakin terhadap penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Keyakinan masyarakat terkait penanganan Covid-19 di bawah pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf sangat tinggi mencapai 86,7 persen. Sementara sisanya 11,9 persen merasa tidak yakin," ujarnya.

Berdasarkan data tren survei, kata Usep, peningkatan keyakinan publik terhadap penanganan COVID-19 mulai terlihat sejak September 2021 dan kemudian relatif
stabil hingga Desember.

Tingkat keyakinan yang tinggi berbanding lurus dengan penilaian publik terkait kinerja pemerintah pusat dalam menangani pandemi. Bahkan sebanyak 90,3 persen responden menilai baik penanganan yang dilakukan pemerintah. ***

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:33 WIB

Istri Ferdy Sambo Akan Diperiksa LPSK Besok

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Sopir dan Ajudan Istri Ferdy Sambo Ditahan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:51 WIB

Irjen Fredy Sambo Ditahan di Mako Brimob?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 00:22 WIB

Pelajar di Garut Jadi Pengedar Ganja Sintetis

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:39 WIB
X