• Senin, 4 Juli 2022

131 Bencana Tanah Longsor Terjadi di Kabupaten Garut Tahun 2021

- Senin, 10 Januari 2022 | 09:27 WIB
Salah satu kejadian bencana tanah longsor di Garut.
Salah satu kejadian bencana tanah longsor di Garut.

TINTAPUTIH - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi menyatakan sepanjang tahun 2021 ada 176 kejadian bencana di Kabupaten Garut.

Kejadian bencana longsor menjadi paling dominan yakni 131 kejadian, disusul banjir 31 kejadian, kejadian bencana angin puting beliung 9 kejadian, serta bencana  kebakaran dan kejadian bencana lainnya.

Pada tahun 2020, tercatat ada 257 kejadian bencana, kejadian bencana longsor 165 kejadian, banjir 51 kejadian bencana, 31 kejadian bencana angin puting beliung dan kejadian bencana lainnya.

BPBD Kabupaten Garut akan bekerja sama dengan team dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan kajian di lokasi yang sering terjadi bencana di Kabupaten Garut yakni di Kecamatan Talegong dan Kecamatan Cisewu.

Baca Juga: Ceramah Ustad Adi Hidayat Tentang Hubungan Antara Salat dan Pertolongan Allah

"Masifnya dampak dari kejadian bencana di Kabupaten Garut selama satu tahun terakhir harus ada upaya lain dalam melakukan mitigasi. Karenanya, kita akan melibatkan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam melakukan mitigasi bencana di Kabupaten Garut," terang Satria Budi, Minggu 9 Januari 2022.

"Kita akan berkirim surat agar mereka dapat melakukan kajian di lokasi yang sering terjadi bencana lalu dibuatkan treatment untuk mitigasinya. Contohnya di Kecamatan Talegong, kondisi geografis terdapat banyak tebing tinggi sementara disana juga banyak warga yang tinggal di lereng-lereng bukit, itu yang akan menjadi fokus kami untuk dikaji apakah perlu menyesuaikan struktur bangunan atau relokasi. Pun jika harus relokasi, tempat barunya juga harus diperiksa jangan sampai ke tempat rawan lagi," ungkapnya.

Ditambahkan dia, masyarakat sudah memiliki pemahaman terkait bencana. Namun upaya sosialisasi tetap harus dilakukan secara menyeluruh.

Sebab, mitigasi bencana dapat meminimalisir timbulnya korban jiwa akibat kejadian bencana.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

100 Hektar Sawah di Ciganjeng Terendam Banjir

Selasa, 28 Juni 2022 | 22:17 WIB

Akibat PMK Merebak, Sapi di Peternakan Mogok Makan

Selasa, 28 Juni 2022 | 21:22 WIB

24 Calon Jemaah Haji Pangandaran Gagal Berangkat

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:14 WIB

Ratusan Warga Bantarkalong Tasikmalaya Keracunan

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:26 WIB
X