• Selasa, 9 Agustus 2022

Nelayan Sempat Menolak Pembangunan Dermaga di Pantai Batukaras

- Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:26 WIB
Nelayan Sempat Menolak Pembangunan  Dermaga di Pantai Batukaras. (TINTAPUTIH)
Nelayan Sempat Menolak Pembangunan Dermaga di Pantai Batukaras. (TINTAPUTIH)
 
TINTAPUTIH - Amblasnya proyek pembangunan dermaga senilai 1,3 Miliyar pantai Batukaras di Dusun Sanghyangkalang, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran menjadi sorotan warga. Bahkan sempat ditolak nelayan setempat.
 
Pasalnya, dermaga yang selesai dibangun pada akhir tahun 2021 tersebut amblas dan terhantam ganasnya ombak air laut sempat ditolak nelayan sekitar Sanghyangkalang-Batukaras.
 
Diketahui proyek pembangunan dermaga tersebut program dari Dinas Keluatan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat.
 
 
Eno (40) salahsatu Nelayan di Sanghyangkalang  pantai Batukaras mengatakan, nelayan setempat sebelumnya sempat menolak dibangunnya dermaga tersebut. "Memang sebelumya akan dijadikan dermaga atau pelabuhan tempat nelayan, saat ditolak.  Selang beberapa waktu, tiba-tiba saja material sudah ditepian pantai dan  pembangunan berjalan," kata Eno, Jumat (25/3/2022).
 
Menurut Eno, alasan penolokannya karena kondisi tepat pembanguna berhadapan langsung dengan laut lepat. Sehingga saat  kondisi air pasang, ombak pasti besar. "Selain itu, bakalan menghambat perahu nelayan berlabuh," ucap Eno.
 
Dari pantauan TINTAPUTIH pada Jumat (25/3/2022) ombak besar  yang menghantam dermaga membuat pondasiya terkikis sehingga ambruk kebawah.
 
 
"Ambruknya pas pecah ombak air laut ketepian pantai, dermaga sepanjang 300 meter, kurang lebih 100 meternya ambruk," ucap Eno.
 
Dia  mengatakan, pondasi yang dibuat terlihat asal-asalan dan pemasoknya pun condong. "Apalagi  saat ini sedang  musim  angin barat," ucapnya.
 
Menurut Ketua Rukun Nelayan (RN) Batukaras Ujang Warman mengatakan, saat penolakan  dirinya belum menjadi Ketua RN. "Proses pembangunannya mengetahui, cuman soal pemmbangunan dan nilai  proyeknya tidak tahu apa-apa, bahkan tidak telihat papan proyek informas," ucapnya.
 
 
"Waktu itu ggak ikut penolakan, tapi harusnya jika ingin ada pelabuhan. Harus dibuat dulu kolam atau pemecah gelombang mirip di pelabuhan  Kidang Pananjung Pantai Timur Pangandaran," katanya.
 
Dibuatnya kolam dan pemecah ombak  itu untuk mengangkat ikan.  "Keinginan masyarakat dulu sebetulnya ada pembuatan kolam dulu. Tapi kan ngejar anggaran kata pihak terkait. Jadi gak akan cukup. Kesannya seperti tergesa-gesa," ucapnya.***

Editor: Gilang Teruna Purwadestian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Istri Ferdy Sambo Akan Diperiksa LPSK Besok

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Sopir dan Ajudan Istri Ferdy Sambo Ditahan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:51 WIB

Irjen Fredy Sambo Ditahan di Mako Brimob?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 00:22 WIB

Pelajar di Garut Jadi Pengedar Ganja Sintetis

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:39 WIB
X