• Kamis, 18 Agustus 2022

Kejaksaan Berantas Mafia Pelabuhan, Pegiat Antikorupsi Beri Apresiasi

- Jumat, 8 April 2022 | 15:16 WIB
pegiat antikorupsi Universitas Gadjah Mada Dr. Oce Madril, S.H. M.H.
pegiat antikorupsi Universitas Gadjah Mada Dr. Oce Madril, S.H. M.H.

TINTAPUTIH - Langkah Kejaksaan Agung yang melakukan upaya pemberantasan mafia di pelabuhan mendapat respon positif dari pegiat antikorupsi.

“Perintah tegas Jaksa Agung RI Burhanuddin kepada jajarannya patut diapresiasi dalam rangka mengungkapkan permainan mafia pelabuhan antara lain importir dan eksportir nakal, pemeriksaan dan investigasi secara masif sangat dibutuhkan bukan saja untuk kepentingan penegakan hukum tetapi juga untuk perbaikan sistem,” ujar pegiat antikorupsi Universitas Gadjah Mada Dr. Oce Madril, S.H. M.H.

Oce memaparkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI merupakan salah satu lembaga yang terkait dengan penerimaan keuangan negara, akhir-akhir ini menjadi sorotan publik karena adanya beberapa pemeriksaan di Kejaksaan Agung terkait dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang di bawah Kementerian Keuangan RI.

Baca Juga: Biaya Perjalanan Dinas Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan Mencapai Rp 3 Miliar Per Hari

Carut marutnya kegiatan ekspor impor di republik ini tidak terlepas dari lembaga ini, apalagi kebijakan Presiden RI Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menyampaikan pentingnya melindungi komoditas dalam negeri.

Hal ini akibat derasnya barang impor menggunakan label barang dalam negeri, penyalagunaan izin ekspor dan impor, masuknya importir nakal yang membuat seolah-olah fungsi penegakan hukum atau penindakan dari bea dan cukai tidak berjalan optimal bahkan terkesan ada kerjasama dengan oknum bea dan cukai.

“Saya berharap ada perbaikan tata kelola di berbagai segmen terkait dengan tupoksi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, kemudian ada regulasi yang tegas sehingga tidak dapat diintervensi oleh lembaga manapun karena tujuannya adalah untuk memaksimalkan penerimaan keuangan negara,” ujarnya.

Baca Juga: Program BSU Mengusik Rasa Keadilan, SBR: Harusnya Semua Pekerja Menikmati

Menurut Oce ada tindakan yustisial berupa penetapan tersangka dilanjutkan dengan penahanan terhadap personil bea dan cukai, merupakan langkah yang perlu didukung dan diapresiasi dalam rangka pembersihan personil dan terapi kejut penegakan hukum oleh Kejaksaan Agung.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:33 WIB

Istri Ferdy Sambo Akan Diperiksa LPSK Besok

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Sopir dan Ajudan Istri Ferdy Sambo Ditahan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:51 WIB

Irjen Fredy Sambo Ditahan di Mako Brimob?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 00:22 WIB

Pelajar di Garut Jadi Pengedar Ganja Sintetis

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:39 WIB
X