• Kamis, 18 Agustus 2022

Kejagung Sikat Mafia Penyebab Minyak Goreng Langka dan Mahal, Ada Dirjen Terlibat

- Selasa, 19 April 2022 | 17:40 WIB
Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (Screenshoot instagram/@kejaksaan.ri)
Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (Screenshoot instagram/@kejaksaan.ri)

TINTAPUTIH - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap mafia yang menjadi salah satu penyebab kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng di Indonesia. Kasus ini ternyata melibatkan seorang oknum pejabat di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Oknum yang ternyata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen PLN Kemendag) berinisial IWW itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil atau CPO atau minyak goreng. Dia dijerat bersama dengan 3 orang lain dari pihak swasta.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengumumkan langsung penetapan para tersangka itu. Burhanuddin menyebut perbuatan para tersangka menyebabkan kerugian perekonomian negara.

Baca Juga: Bersama-sama Peringati Nuzulul Qur'an, Penyandang Tunanetra Tasikmalaya Senang Merasa Diakui

"Perbuatan para tersangka tersebut mengakibatkan timbulnya kerugian perekonomian negara atau mengakibatkan kemahalan serta kelangkaan minyak goreng sehingga terjadi penurunan konsumsi rumah tangga dan industri kecil yang menggunakan minyak goreng dan menyulitkan kehidupan rakyat," kata Burhanuddin di Jakarta, Selasa (19/4/2022).

Dia memaparkan 3 tersangka dari pihak swasta adalah sebagai berikut:

- Inisial MPT selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia
- Inisial SMA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup (PHG)
- Inisial PT selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas

Menurut Burhanuddin, kasus i i berawal pada akhir 2021 dimana terjadi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng di pasar yang membuat pemerintah melalui Kemendag mengambil kebijakan untuk menetapkan DMO atau domestic market obligation dan DPO atau domestic price obligation bagi perusahaan yang ingin melaksanakan ekspor CPO dan produk turunannya. Selain itu, Kemendag menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sawit.

Baca Juga: DPD LPM Kota Tasikmalaya Sesalkan Rekanan Kuasai Dana Kelurahan

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:33 WIB

Istri Ferdy Sambo Akan Diperiksa LPSK Besok

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Sopir dan Ajudan Istri Ferdy Sambo Ditahan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:51 WIB

Irjen Fredy Sambo Ditahan di Mako Brimob?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 00:22 WIB

Pelajar di Garut Jadi Pengedar Ganja Sintetis

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:39 WIB
X