TINTA PUTIH - Program inklusif yang terus dikampanyekan oleh pemerintah, sedianya merupakan program yang sangat baik. Sebab program itu punya konsentrasi dalam mengarahkan para penyandang disabiltas dapat berintegrasi secara umum dengan masyarakat.
Sehingga program tersebut membuka wawasan yang lebih luas dan membuka jaringan pertemanan yang lebih banyak.
Namun faktanya, khusus untuk penyandang tunanetra, jumlah yang bisa mendapatkan kesempatan menimba program ilmu pendidikan masih sangat terbatas. Dari 500 orang penyandang tunanetra di Kota Tasikmalaya, baru dua orang yang mengenyam pendidikan inklusif.
Baca Juga: Garut, Tasikmalaya dan Banjar Terdampak Wabah PMK, DKPP Jabar Tutup Check Point
Itu pun tidak ada yang tergolong peserta didik di tingkat SD, SMP dan SMA.
"Penyandang cacat netra yang masuk program inklusif baru ada untuk tingkat perguruan tinggi yakni dua orang yang kuliah di UIN dan UPI Bandung," kata Pembina Yayasan Disabilitas Tuna Netra Al Hikmah Tasikmalaya Mamat Rahmat, Jumat 13 Mei 2022.
Maka menjelang Hari Pendidikan Nasional ini pihaknya berharap pemerintah dapat mendorong program peningkatan pendidikan bagi disabilitas dengan meningkatkan sarana dan prasarana, sehingga para disabilitas dapat mengikuti pendidikan secara nyaman.
Baca Juga: Korban Tewas Dihantam Cangkul ODGJ Tinggalkan 4 Anak
Sementara itu penyandang Tunanetra warga Kota Tasikmalaya Intan Islamiati menuturkan dirinya merasa sangat senang dapat mengikuti program inklusif di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Namun mahasiswi semester empat ini menyayangkan kampus yang ia banggakan belum memiliki aksesbilitas fasilitas serta sarana penunjang bagi kenyamanan para tuna netra.
Menurutnya, di kampus masih memerlukan aksesbiltas untuk para penyandang disabilitas, seperti lajur khusus untuk berjalan para tuna netra, karena trotoar untuk tuna netra belum ada.
Baca Juga: Idul Adha Sebentar Lagi Wabah PMK Menyebar, Ini Kata Pak Uu
Apalagi masih banyak lintasan jalan yang bertrap sehingga membuat tidak nyaman untuk pe nyandanh tuna netra.
Kepala SMA Negri 1 Kota Tasikmalaya Drs. H. Anda Sujana, M.Pd, mengungkapkan penyelenggarakan pendidikan inklusif merupakan amanat yang tertuang dalam UU Nomor 8 tahun 2016 yang aturan turunannya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 13/2020.
Artikel Terkait
Curi Perhatian di Ajang Uber Cup 2022 Ini Profil Bilqis Prasista, Ternyata Anak Legenda Bulutangkis Indonesia
PPDB 2022 SMA dan SMK Akan Dimulai 17 Mei 2022
Misteri Mayat yang Tenggelam di Pantai Pangandaran, Sudah 3 Hari Mayat Belum Ditemukan
Tenggelamnya Latipudin di Pangandaran Tanpa Jejak
3 Objek Wisata Body Rafting Untuk Uji Adrenaline dan Spot Instagramable