• Jumat, 1 Juli 2022

Direktur Diktis Kemenag: Tren Pendirian Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren Meningkat

- Kamis, 19 Mei 2022 | 00:47 WIB
Pimpinan Pesantren Idrisiyyah Syaikh Akbar Muhammad Faturrahman saat memberi sambutan. * (tintaputih.net)
Pimpinan Pesantren Idrisiyyah Syaikh Akbar Muhammad Faturrahman saat memberi sambutan. * (tintaputih.net)

TINTA PUTIH - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) RI Suyitno mengatakan, beberapa waktu belakangan ini telah terjadi tren pendirian perguruan tinggi di lingkungan pesantren, atau perguruan tinggi berbasis pondok pesantren.

"Saya kira ini tren yang positif, ketika pondok pesantren berdekatan dengan kampus ini akan lebih komprehensif," kata Suyitno usai menghadiri peluncuran Sekolah Tinggi Agama Islam Idrisiyyah (STAIDRIS) di Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 18 Mei 2022 petang.

Dia menjelaskan perguruan tinggi berbasis pesantren bisa menjadi model yang berperan sebagai cara pengarusutamaan Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin, sehingga bisa menjadi corong kehidupan Islam secara meluas.

Baca Juga: Dr Nundang Busaeri Resmi Jadi Rektor Unsil Tasikmalaya

Suyitno juga menambahkan perguruan tinggi berbasis pondok pesantren memiliki peluang atau keunggulan untuk bisa tumbuh dan berkembang. Salah satunya adalah kemudahan mendapatkan mahasiswa, yang berasal dari pondok pesantren.

"Calon mahasiswa santri di pondok, lebih mudah. Berbeda dengan yang non pondok mereka harus mencari mahasiswa dari luar," kata Suyitno.

Sehingga dia menaruh harapan besar STAIDRIS bisa langsung tumbuh dan berkembang. Namun demikian Suyitno mengingatkan bahwa mengelola perguruan tinggi berbeda dengan mengelola pondok pesantren.

Baca Juga: Kawasan Perhutanan Sosial Jadi Pembuangan Sampah B3, Dedi Mulyadi Berang

"Saya ingatkan kampus berbeda dengan ngurus pondok. Ada Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain kegiatan belajar harus mampu melakukan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Tapi saya optimistis STAIDRIS bisa menjawab tantangan tersebut," kata Suyitno.

Halaman:

Editor: Gilang Teruna Purwadestian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

100 Hektar Sawah di Ciganjeng Terendam Banjir

Selasa, 28 Juni 2022 | 22:17 WIB

Akibat PMK Merebak, Sapi di Peternakan Mogok Makan

Selasa, 28 Juni 2022 | 21:22 WIB

24 Calon Jemaah Haji Pangandaran Gagal Berangkat

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:14 WIB

Ratusan Warga Bantarkalong Tasikmalaya Keracunan

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:26 WIB
X