• Kamis, 18 Agustus 2022

Perhatian Pemkot Tasikmalaya untuk Petani Dipertanyakan KTNA, Beda dengan Kepala Daerah di Ciamis dan Banjar

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 11:05 WIB
Sebagian pengurus KTNA Kota Tasikmalaya usai mengikuti sarasehan.* (Istimewa)
Sebagian pengurus KTNA Kota Tasikmalaya usai mengikuti sarasehan.* (Istimewa)

TINTA PUTIH - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Tasikmalaya menggelar Mimbar Sarasehan, sebuah momen atau ruang bagi para petani dalam menyampaikan aspirasi dan merumuskan solusi persoalan yang terjadi kepada para pemangku kebijakan di setiap daerah.

Sayangnya dalam setiap acara, tidak pernah sekalipun dihadiri Wali Kota Tasikmalaya.

Padahal dalam setiap kesempatan, para pemangku kebijakan di Kota Tasikmalaya selalu menganggap KTNA atau petani sebagai mitra strategis pemerintah. Memang acara kerap dihadiri perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan.

Baca Juga: Kemampuan 'Public Speaking' Penting Dikuasai Kader PUAN Kota Tasikmalaya

"Namun kalau kepala daerahnya bisa datang langsung, tentu berbeda, dimana petani benar-benar dihargai keberadaanya alias tak hanya disebut atau diklaim sebagai mitra strategis saja," kata Ketua KTNA Kota Tasikmalaya Munir Setiawan didampingi Sekretaris dan Bendahara KTNA Mumu Nuryaman dan Agus Ana seusai mimbar sarasehan yang digelar di aula BPP Kawalu pada Kamis 28 Juli 2022.

Rasa iri terhadap komitmen dan perhatian dari kepala daerah lain yeng menunjukan perhatian ektra pada petani seperti di daerah tetangga Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar pun akhirnya mencuat saat KTNA menggelar.

Menurut Ketua KTNA Kota Tasikmalaya Munir Setiawan, di Ciamis dan Banjar, kepala daerah rajin menghadiri kegiatan yang digelar KTNA serta menyokong dari sisi anggarannya. Tak heran kegiatan seperti Hari Krida Pertanian (HKP) bisa berlangsung gebyar dan terselenggara pula di setiap kecamatan.

Baca Juga: Kreativitas Karang Taruna RW 05 Singkup Kota Tasikmalaya Galang Dana untuk HUT ke-77 RI Perlu Dikembangkan

Dede Rusli, pengurus KTNA mengaku prihatin dengan situasi itu karena perhatian ektra dari pemerintah tak kunjung membaik sejak dia aktif di KTNA sejak 15 tahun silam.

Halaman:

Editor: Gilang Teruna Purwadestian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo Jadi Tersangka Penembakan Brigadir J

Selasa, 9 Agustus 2022 | 19:33 WIB

Istri Ferdy Sambo Akan Diperiksa LPSK Besok

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Sopir dan Ajudan Istri Ferdy Sambo Ditahan

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:51 WIB

Irjen Fredy Sambo Ditahan di Mako Brimob?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 00:22 WIB

Pelajar di Garut Jadi Pengedar Ganja Sintetis

Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:39 WIB
X