• Rabu, 30 November 2022

Kasus Pelanggaran HAM Berat di Paniai Papua Mulai Disidangkan

- Kamis, 29 September 2022 | 17:26 WIB
Suasana sidang kasus pelanggaran HAM berat Paniai.
Suasana sidang kasus pelanggaran HAM berat Paniai.


TINTAPUTIH - Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan 4 orang saksi dalam sidang perkara penggaran HAM berat di Paniai Papua di Pengadilan HAM pada Pengadilan Negeri KElas IA khusus Makassar, Rabu (28/9/2022)

Jaksa Penuntut Umum yang dipimpin oleh Direktur Pelanggaran HAM Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Erryl Prima Putera Agoes, menghadirkan 4 orang saksi dalam sidang perkara dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat dalam peristiwa Paniai di Provinsi Papua tahun 2014 atas nama terdakwa Mayor Inf (Purn) Isak Sattu.

Keempat saksi yang dihadirkan dalam persidangan adalah Briptu ARA, Briptu AOW, Bripka RB dan Aipda HW.

Dalam persidangan ini, Majelis Hakim yang hadir yaitu Ketua Majelis Hakim adhoc Pengadilan HAM Berat Sutisna Sawati, Hakim Anggota Ir. Abdul Rahman Karim, Hakim Anggota Sofi Rahma Dewi serta Hakim Anggota Siti Noor Laila.

Baca Juga: Bupati Jeje Dukung Penuh BPS Dalam Pendataan Tata Kelola Satu Data Indonesia

Sidang ditunda dan akan kembali dilanjutkan pada Senin 03 Oktober 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU.

Tragedi Paniai terjadi pada 8 Desember 2014. Sebanyak empat orang warga tewas ditembak dan 21 lainnya terluka ketika warga melakukan aksi protes terkait pengeroyokan aparat TNI terhadap kelompok pemuda sehari sebelumnya.

Dalam peristiwa itu, Komnas HAM mencatat empat orang tewas terkena peluru panas dan luka tusuk. Sementara itu, 21 orang lainnya terluka karena penganiayaan.

Komnas HAM menduga anggota TNI yang bertugas pada peristiwa tersebut, baik dalam struktur komando Kodam XVII/Cendrawasih sampai komando lapangan di Enarotali, Paniai, sebagai "pelaku yang bertanggung jawab".

Penyidikan kasus pelanggaran HAM berat dalam Tragedi Paniai dimulai pada Desember 2021 lalu. Selama kurang lebih empat bulan, Kejaksaan Agung telah memeriksa tujuh warga sipil, 18 orang dari kepolisian, 25 orang dari unsur TNI, serta enam pakar ahli.***

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sepeda Motor Tertabrak Mobil, Sekeluarga Wafat

Selasa, 25 Oktober 2022 | 13:52 WIB

Rumah Guru Honorer di Garut Ambruk

Senin, 24 Oktober 2022 | 08:56 WIB

Media Asing Soroti Tragedi Kanjuruhan Malang

Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:07 WIB

Tragedi Kanjuruhan Bukan Bentrokan Antar Suporter

Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:20 WIB

Viral, Anggota DPRD Depok Diduga Aniaya Supir Truk

Sabtu, 24 September 2022 | 22:33 WIB

Mobil Truk Tabrak Tiang BTS, 10 Orang Tewas

Rabu, 31 Agustus 2022 | 14:35 WIB

Gelombang Tinggi Menghantam Perairan Pangandaran

Selasa, 30 Agustus 2022 | 14:02 WIB

Ferdy Sambo Dipecat dari Institusi Polri

Jumat, 26 Agustus 2022 | 08:45 WIB

Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Hadirkan Lima Saksi

Kamis, 25 Agustus 2022 | 12:12 WIB

Terpopuler

X