• Minggu, 28 November 2021

DPRD Mendukung Langkah Pemkab Pangandaran Tangani Masalah Pasca Panen Padi

- Kamis, 25 November 2021 | 17:16 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Hamdan.
Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Hamdan.

TINTAPUTIH - Permasalahan klasik yang dialami petani padi adalah turunnya harga jual gabah setelah panen. Mayoritas petani tak berdaya menghadapi "permainan" tengkulak yang kerap menjatuhkan harga ketika musim panen.

"Ya memang hukum ekonomi, ketika barang melimpah harga otomatis turun, ditambah lagi bandar ikut bermain. Tapi masalahnya terletak pada desakan kebutuhan yang dirasakan petani. Kalau petani kita punya uang dan bisa menahan untuk tidak menjual gabahnya sampai harga dianggap untung, masalah ini tak akan terjadi," kata Hamdan anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari fraksi PDI Perjuangan, Kamis 25 November 2021.

Untuk menyiasati masalah ini, Hamdan mengaku mendukung langkah Pemkab Pangandaran yang sedang menjajaki kerjasama dengan pihak perbankan. Kehadiran lembaga keuangan diharapkan bisa memberikan dana talang berupa resi gudang kepada petani. Sehingga ketika harga turun, padi milik petani tidak langsung dijual, melainkan disimpan dulu di gudang.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Meraih Penghargaan Satyalencana Kebudayaan

Kemudian pihak bank memberi dana talang untuk memenuhi kebutuhan petani. Setelah harga kembali normal atau dianggap menguntungkan, baru padi dijual dan petani mengembalikan pinjamannya ke bank.

Namun demikian Hamdan mengatakan perlu dibuat sistem yang terpadu dan payung hukum yang cukup untuk merealisasikan rencana tersebut. Segala sesuatu harus diperhitungkan termasuk memetakan prilaku petani padi di Pangandaran ketika musim panen.

"Harus ada kajian secara komprehensif, sehingga pelaksanaannya bisa benar-benar efektif. Kami mendukung karena ini sebagai sebuah ikhtiar Pemkab Pangandaran dalam rangka membantu permasalahan petani padi, terutama di masa setelah panen," kata Hamdan.

Sebelumnya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan tengah menyusun kajian untuk membantu permasalahan petani padi di masa panen.

"Bank sudah siap, mereka sudah ada dananya. Tinggal dibuat pola kerjasamanya seperti apa. Tapi memang ada masalah di gudang. Karena Bulog baru punya gudang dengan daya tampung 5.000 ton. Itu masih kurang, makanya muncul opsi bagaimana kalau menyimpannya di lumbung yang kita buat di setiap desa atau kecamatan," kata Jeje.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPPG Kota Tasikmalaya Dorong Perempuan Melek Politik

Jumat, 19 November 2021 | 14:58 WIB

Melinda Merindukan Dua Adiknya Yang Terpisah Jauh

Minggu, 7 November 2021 | 11:39 WIB

Simak Pesan Ketua DPRD di HUT Pangandaran ke-9

Senin, 25 Oktober 2021 | 11:50 WIB

Dewan Dorong Pemkot Tasikmalaya Optimalisasi PAD

Jumat, 8 Oktober 2021 | 19:57 WIB
X