• Minggu, 28 November 2021

DPRD Pangandaran Mendorong Pembangunan Pusat Kegiatan Olahraga Sekaligus Tempat Evakuasi Bencana

- Jumat, 26 November 2021 | 10:01 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin (Faizal Amiruddin)
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin (Faizal Amiruddin)

TINTAPUTIH - Denyut olahraga sepakbola di Kabupaten Pangandaran nyaris tak terdengar, bahkan dapat dikatakan mati suri. Dampak pandemi COVID-19 juga semakin memperparah lesunya sepakbola di Kabupaten Pangandaran. Beberapa indikator bisa terlihat dari tidak adanya kompetisi atau geliat klub sepakbola di Pangandaran.

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengakui hal itu. Dia yang juga menjabat sebagai Askab PSSI Pangandaran menjelaskan ada beberapa persoalan yang dihadapi olahraga sepakbola di Pangandaran.

"Tapi ke depan ada harapan, seiring dengan meredanya pandemi COVID-19. Kemudian di tingkat provinsi ada penyegaran kepengurusan. Mudah-mudahan saja ini membawa angin segar bagi sepakbola di Pangandaran," kata Asep, Jumat 26 November 2021.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Meraih Penghargaan Satyalencana Kebudayaan

Dia menjelaskan salah satu permasalahan atau kendala yang krusial adalah Pangandaran belum memiliki sarana apangan sepakbola yang memadai untuk dijadikan home base. "Kita memang belum punya sarana prasarana, terutama stadion atau lapang. Ini memang penting, apalagi lapang sepakbola di desa-desa juga semakin berkurang," kata Asep.

Namun demikian dia mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Pangandaran sedang menyusun rencana pembangunan pusat kegiatan olahraga atau sport center di daerah Purbahayu. Rencana itu pun menurut Asep sangat didukung oleg pihaknya sebagai DPRD. "Jadi bukan hanya sepakbola, rencananya membangun sport center. Dengan adanya itu diharapkan sepakbola kita bisa menggeliat lagi," kata Asep.

Pembangunan sport center di kawasan perbukitan Purbahayu menurut dia tidak hanya berguna untuk kegiatan olahraga, tapi berfungsi juga sebagai tempat evakuasi. Ini berkaitan dengan adanya potensi bencana yang menurut para ahli dikenal dengan istilah megatrust pantai selatan. "Jika pembangunan sarana olahraga dipandang kurang memiliki urgensi atau dianggap kurang prioritas, ada tujuan lan dari rencana kami membuat sport center yaitu untuk persiapan atau mitigasi bencana. Sport center bisa dijadikan lokasi evakuasi seandainya terjadi hal yang tidak kita inginkan di pesisir," kata Asep.

Baca Juga: M Kece Mengaku Sakit Gigi dan Maag, Sidang Ditunda Sepekan

Selain soal sarana dan prasarana, membenahi atau menggeliatkan sepakbola di Pangandaran juga harus menyasar sumber daya manusia para pengurus, pemain, pelatih dan lainnya. Menurut asep perlu dilakukan penyamaan persepsi, perlu dilakukan harmonisasi agar semua pihak yang memiliki ketertarikan dalam olahraga ini berada dalam satu tujuan yang sama.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPPG Kota Tasikmalaya Dorong Perempuan Melek Politik

Jumat, 19 November 2021 | 14:58 WIB

Melinda Merindukan Dua Adiknya Yang Terpisah Jauh

Minggu, 7 November 2021 | 11:39 WIB

Simak Pesan Ketua DPRD di HUT Pangandaran ke-9

Senin, 25 Oktober 2021 | 11:50 WIB

Dewan Dorong Pemkot Tasikmalaya Optimalisasi PAD

Jumat, 8 Oktober 2021 | 19:57 WIB
X