• Selasa, 9 Agustus 2022

LaNyalla Sebut 4 Tahap Amandemen Konstitusi Pasca Reformasi Ubah Sistem Demokrasi dan Ekonomi Indonesia

- Selasa, 7 Desember 2021 | 17:43 WIB
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (dpd.go.id)
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (dpd.go.id)

TINTAPUTIH – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan sistem demokrasi dan ekonomi Indonesia telah berubah akibat amandemen konstitusi empat tahap yang dilakukan pada periode 1999 hingga 2002.

Menurutnya, amandemen itu membuat demokrasi Indonesia telah berubah dari demokrasi Pancasila menjadi demokrasi liberal dan sistem ekonomi Pancasila berubah menjadi sistem ekonomi kapitalis.

Hal itu disampaikan LaNyalla ketika mengisi Keynote Speech Focus Group Discussion di Universitas Muhammadiyah Jakarta bertema Amandemen UUD 1945 dan Rekonstruksi Sistem Politik Indonesia, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga: Ridwan Kamil dan Iwan Bule Masuk Radar Bursa Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat

“Sejak Amandemen Konstitusi 1 sampai 4, wajah konstitusi dan produk undang-undang negara Indonesia berubah total. Hal itu menyebabkan tujuan lahirnya negara ini untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia semakin jauh dari harapan,” kata LaNyalla.

Menurutnya, isi amandemen konstitusi di tahun 1999 hingga 2002 silam telah mengubah banyak pasal, yang nyaris tidak nyambung lagi dengan nilai-nilai dan butir-butir Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Sejak amandemen tersebut, kita seolah melepaskan diri dari DNA asli bangsa ini. Karena suara atau pendapat hanya dihitung sebagai angka melalui voting di parlemen. Bukan lagi ditimbang pikirannya. Kita seolah tidak punya lagi ruang untuk musyawarah. Karena hanya akan berakhir dengan perdebatan dan deadlock serta walkout akibat tirani mayoritas,” tegas LaNyalla.

Begitu pula haluan ekonomi nasional, lanjutnya, telah bergeser dari ekonomi kekeluargaan dan gotong royong dengan soko guru koperasi, menjadi ekonomi pasar bebas yang didominasi swasta nasional dan asing. Dimana sahamnya bisa dimiliki siapapun dan dimanapun melalui lantai bursa saham.

Baca Juga: Jokowi Ingin Vaksinasi Booster Siap untuk Januari 2022

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD PAN Pangandaran Targetkan Raih 8 Kursi di DPRD

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:40 WIB
X