• Selasa, 27 September 2022

LaNyalla Sebut 4 Tahap Amandemen Konstitusi Pasca Reformasi Ubah Sistem Demokrasi dan Ekonomi Indonesia

- Selasa, 7 Desember 2021 | 17:43 WIB
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (dpd.go.id)
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (dpd.go.id)

Entitas civil society non-partisan yang sumbangsihnya besar terhadap lahirnya bangsa dan negara ini, terpinggirkan dan direduksi dengan adanya aturan presidential threshold yang dibuat oleh partai politik.

“Padahal sudah jelas presidential threshold lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya. Presidential threshold menjadi pangkal persoalan bangsa ini,” ucapnya.

Menurut LaNyalla, pengaturan presidential threshold jelas tidak derifatif dari konstitusi kita. Kedua terbukti tidak sesuai dengan keinginan masyarakat, bahkan justru membelah rakyat dengan tajam. Dan ketiga, ternyata tidak memperkuat sistem presidensil seperti didalilkan. Justru sebaliknya memperlemah mekanisme check and balance.

“Makanya kita harus berani bangkit. Harus berani melakukan koreksi atas sistem demokrasi dan ekonomi negara ini. Tentu DPD RI akan mendapatkan dorongan energi, bila seluruh elemen masyarakat Indonesia menjadikan agenda amandemen konstitusi sebagai momentum yang sama,” katanya.

LaNyalla hadir di Universitas Muhammadiyah didampingi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifuddin dan Sekretaris Jenderal DPD RI Rahman Hadi.

Sedangkan narasumber yang hadir adalah Prof Azyumardi Azra, Prof Siti Zuhro, Prof Aidul Fitriciada dan Rektor UMJ Dr Ma'mun Murod Al-Barbasy.***

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

84 Persen Kepala Daerah Terpilih Disokong Cukong

Senin, 19 September 2022 | 08:53 WIB

7 Instruksi AHY agar Partai Demokrat Menang di Jawa Barat

Minggu, 18 September 2022 | 17:24 WIB

Viman Dianggap Bisa Jadi Harapan Baru Masyarakat

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:04 WIB

Terpopuler

X