• Minggu, 22 Mei 2022

Imbas Pandemi Terhadap Demokrasi, Emil Salim Sebut 2021 Tahun Kelam

- Selasa, 28 Desember 2021 | 20:08 WIB
prof Emil Salim (twitter/@emilsalim2010)
prof Emil Salim (twitter/@emilsalim2010)


TINTAPUTIH - Cendekiawan Prof Emil Salim memberikan pandangan sisi lain dari efek pandemi COVID-19. Sisi buruk yang disorot oleh Emil Salim imbasnya kepada demokrasi di Indonesia.

"COVID-19 memaksa kita 'ambil jarak' kurangi dialog tatap-muka sehingga beda pendapat tumbuh jadi 'permusuhan', kritik dianggap 'perlawanan', masyarakat terpecah jadi 'kawan versus lawan'," kata mantan Menteri Lingkungan Hidup ini dalam twitter, Selasa 28 Desember 2021.

Menggambarkan sisi buruk untuk demokrasi akibat COVID-19 Prof Emil meneruskan cuitannya, 'Mungkinkah kita tinggalkan tahun kelam ini dan menyambut tahun baru dengan hati lebih bersahabat ?," kata Emil Salim.

Baca Juga: Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

Pandangan Emil Salim ini mendapat banyak tanggapan pro dan kontra. "Sepertinya belum bisa, karena penguasa masih butuh buzzee untuk memuluskan kekuasaannya," balas akun Zulfarizal.

"Sedih ya prof. Tulisan prof mewakili suara hati banget. Saat persatuan mulai pecah. Dan penguasa tak ambil peduli, membiarkan. Bahkan beberapa diantaranya duduk bersama dengan pemecah belah," kata Sharee memberikan tanggapan. 

Selang beberapa jam, Emil Salim kembali menulis di twitter. Bahasannya masih terkait keresahannya terkait cuitan sebelumnya.

"'Beda pendapat' tak perlu dianggap sebagai 'bermusuhan' tetapi sebagai ikhtiar untuk lebih pertajam beda gagasan yang diperjelas berkat 'kontras tulisan kapur putih diatas papan tulis hitam' sehingga memungkinkan dialog konstruktif dalam demokrasi yang menghargai beda pendapat!' tulis Emil Salim.***

Editor: Faizal Amiruddin

Sumber: Twitter

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puasa Ramadhan dan Pendididkan Demokrasi

Kamis, 21 April 2022 | 12:26 WIB
X