• Rabu, 26 Januari 2022

PKS Tegaskan Menolak Wacana Penundaan Pemilu 2024

- Jumat, 14 Januari 2022 | 12:05 WIB
Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. Salim Segaf Al Jufri
Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. Salim Segaf Al Jufri

TINTAPUTIH - Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. Salim Segaf Al Jufri menegaskan pihaknya menolak penundaan Pemilu 2024.

"PKS menentang wacana penundaan Pemilu 2024 serta menolak berbagai ide apapun yang terkait dengan perpanjangan masa jabatan presiden yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam UUD 1945," tutur Salim usai menyelenggarakan Musyawarah Majelis Syura (MMS) VI di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 13 Januari 2022.

Ia juga mengatakan PKS menyerukan agar para elit politik untuk tunduk kepada konstitusi UUD 1945 dan bersama-sama menjaga semangat Reformasi.

"PKS meminta kepada seluruh elit politik dan pemimpin bangsa untuk taat dan patuh kepada konstitusi UUD 1945 serta tetap merawat Demokrasi dan semangat Reformasi 1998," ucap Salim.

Baca Juga: Cara Menasehati Anak Agar Menurut Kepada Orang Tua

Selain menolak penundaan Pemilu 2024, hasil Musyawarah Majelis Syura juga menghasilkan keputusan mendukung upaya Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi terkait Presidensial Treshold 20 persen, serta membuka diri dalam Koalisi Pemilu 2024.

"PKS mendukung Judicial Review Presidential Threshold di Mahkamah Konstitusi. PKS memandang bahwa syarat Presidential Threshold 20% terlalu tinggi sehingga menghambat proses kemunculan lebih banyak calon alternatif kepemimpinan nasional," terang Salim.

PKS menurut dia akan membuka diri dan membangun komunikasi dengan seluruh partai politik dan para tokoh bangsa.

Guna membangun titik temu dalam mengusung Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang memiliki karakter nasionalis, religius, berkomitmen untuk menegakkan kedaulatan wilayah dan demokrasi, sumber daya alam, pangan, energi dan ekonomi, serta tidak tunduk terhadap kepentingan pihak asing, mendukung agenda pemberantasan korupsi, serta sosok negarawan yang mempersatukan seluruh elemen bangsa dan tidak memecah belah bangsa.***

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pro Kontra Ibu Kota Negara, Ini Kata Dedi Mulyadi

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:10 WIB

Gerakan Turun ke Bawah Demi Golkar Reborn

Senin, 24 Januari 2022 | 01:44 WIB

Ditolak Fraksi PKS, RUU Ibu Kota Negara Disahkan DPR

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:54 WIB

Fraksi PKS Tolak Pengesahan RUU Ibu Kota Negara

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB

PKS Tegaskan Menolak Wacana Penundaan Pemilu 2024

Jumat, 14 Januari 2022 | 12:05 WIB

Rocky Gerung Juluki Ganjar Pranowo sebagai New Jokowi

Senin, 10 Januari 2022 | 20:55 WIB

Deretan Tokoh Golkar Jawa Barat dalam Pusaran KPK

Minggu, 9 Januari 2022 | 08:53 WIB
X