• Jumat, 1 Juli 2022

Puasa Ramadhan dan Pendididkan Demokrasi

- Kamis, 21 April 2022 | 12:26 WIB
Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin
Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin

Oleh : Muhtadin
Ketua KPU Kabupaten Pangandaran

RAMADHAN merupakan bulan mulia yang mengandung makna yang sangat besar bagi umat Islam. Di dalamnya penuh keberkahan dan menjadi ladang memanen kebaikan dengan berbagai bentuk amal ibadah.

Di bulan Ramadhan ini umat Islam diwajibkan melaksanakan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Akan digembleng hawa nafsu hingga kesabarannya agar mampu memetik berbagai keutamaan di dalamnya yaitu menjadi orang yang bertakwa.

Secara bahasa Puasa berasal dari bahasa arab yaitu shaum/shiyam yang berarti menahan diri dari sesuatu. Di antara hal yang harus ditahan adalah tidak makan, minum, berhubungan suami istri di saat puasa, berbicara tidak berfaedah, dan fitnah.

Dalam syariat Islam, puasa yang hakiki idealnya dijalankan dengan niat yang tulus, kuat, dan ikhlas sebagai manifestasi ketaatan kepada Allah SWT. Karena itu, orang yang berpuasa tidak mungkin berbohong.

Baca Juga: Miras Satu Mobil Boks dan Tuak 4 Drum Diamankan Polisi

Kalau saja ia mau tidak jujur, dia bisa saja makan dan minum sendirian. Padahal tidak ada orang yang melihat. Namun orang yang berpuasa secara hakiki, mustahil melakukan itu.

Puasa Ramadhan dan demokrasi memiliki korelasi filosofis yang erat, karena puasa Ramadhan salahsatu output-nya adalah untuk membentuk ketakwaan kepada Tuhan. Spirit dari ketakwaan dapat diterjemahkan sebagai bagian dari bentuk kejujuran, ketaatan, ketulusan, rendah hati dan saling peduli.

Spirit ini kemudian melahirkan seseorang bertindak dan bertingkah laku yang jujur, sebagai jalan menuntun seseorang muslim untuk meningkatkan hubungan antarmanusia dan dengan Tuhan.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD PAN Pangandaran Targetkan Raih 8 Kursi di DPRD

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:40 WIB
X