• Senin, 4 Juli 2022

Partai Ummat Usulkan Pemilu 2024 Manfaatkan E-voting Berbasis Blockchain

- Minggu, 29 Mei 2022 | 16:33 WIB
Ketua Partai Ummat amien Rais saat diwawancara di Kota Tasikmalaya seusai acara pelantikan sembilan DPD Partai Ummat, Sabtu 28 Mei 2022.*  (tintaputih.com)
Ketua Partai Ummat amien Rais saat diwawancara di Kota Tasikmalaya seusai acara pelantikan sembilan DPD Partai Ummat, Sabtu 28 Mei 2022.*  (tintaputih.com)

TINTA PUTIH - Ketua Dewan Syuro DPP Partai Ummat (PU) Amien Rais serta Ketua DPP PU Dr. Ridho Rahmadi menghadiri pelantikan akbar sembilan pengurus DPD PU di Jawa Barat di Hotel Mandalawangi Kota Tasikmalaya, Sabtu 28 Mei 2022.

Kesembilan DPD Partai Ummat yang dilantik dan dikukuhkan Ketua DPW PU Jabar H. Daris SH itu yakni Kab. dan Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran, Kota Banjar, Kab. Garut, Kab. Kuningan, Kab. Cirebon, serta Kab. Subang.

Kesempatan itu dimanfaatkan Ketua Umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi untuk melempar usulan agar Pemilu 2024 mendatang menggunakan pemungutan suara online atau e-voting berbasis teknologi blockchain.

Baca Juga: Final Liga Champions Liverpool Vs Real Madrid : Gol Semata Wayang Vinicius Jr Bawa Madrid Juara ke-14 Kalinya

"Kalau e-voting konvensional dengan pusat data yang terpusat memang rentan, dibobol hacker, wassalam. Tapi kalau teknologi blockchain berbeda, karena pusat datanya banyak," kata Ridho seusai acara tersebut.

Ridho menambahkan teknologi blockchain sejauh ini dinilai efektif karena memiliki banyak server sehingga ada sistem konsorsium otoritas. Bahkan ketika satu server diretas maka sistem akan membawanya kembali ke stage awal.

Teknologi blockchain sendiri banyak digunakan oleh cryptocurenncy. "Akses harus disetujui oleh konsorsium otoritas, karena pusat datanya tak hanya satu. Kalau ada hacker bobol satu, konsorsium tak setujui, dia dikembalikan ke stage awal," kata Ridho.

Baca Juga: Laga Final Liga Champions Liverpool vs Real Madrid Sempat Tertunda, Akibat Situasi Kacau di Luar Stadion  

Penerapan e-voting berbasis blockchain ini menurut dia bisa memangkas biaya Penilu 2024 yang dialokasikan memakan biaya Rp 110 triliun. Dia mengklaim pemerintah bisa hemat Rp 88 triliun lebih jika memanfaatkan teknologi ini.

Halaman:

Editor: Gilang Teruna Purwadestian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPD PAN Pangandaran Targetkan Raih 8 Kursi di DPRD

Selasa, 21 Juni 2022 | 10:40 WIB
X