• Senin, 4 Juli 2022

Kemana Raibnya Besi Rel KA Jembatan Cikacepit & Cipambokongan?

- Rabu, 30 Juni 2021 | 16:59 WIB
IMG_20210629_162820
IMG_20210629_162820

Pangandaran - Besi bantalan rel di dua jembatan kereta api eks jalur Banjar - Cijulang, yakni jembatan Cikacepit dan jembatan Cipambokongan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran hilang.

Bahkan untuk jembatan Cipambokongan tak hanya besi bantalan relnya saja yang hilang, namun besi rangka jembatan pun ikut hilang. Sehingga tinggal menyisakan kontruksi betonnya saja.

Haris salah seorang polisi khusus cagar budaya, mengatakan belum lama ini dia mendampingi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh balai arkeologi Jawa Barat dan PT. KAI.

"Ya kami mendampingi kegiatan penelitian belum lama ini, menyusuri aset-aset peninggalan jalur kereta api Banjar - Cijulang," kata Haris, Rabu (29/6/2021).

Haris juga membenarkan bahwa bantalan rel jembatan Cikacepit atau Cipamotan sudah hilang. Sementara jembatan Cipambokongan bantalan rel dan rangka besi penyangga jembatan juga sudah habis.

-


"Kalau jembatan Cikacepit masih ada rangkanya, jadi wujud jembatannya masih terlihat walaupun bantalan relnya hilang. Kalau Cipambokongan habis semua, tinggal kontruksi betonnya saja," kata Haris.

Haris memaparkan dari penelitian itu terungkap bahwa pada tahun 1995 PT. KAI melakukan pemeriksaan atau inspeksi aset, jembatan itu masih itu. Bantalan rel dan rangka besi kedua jembatan itu masih ada.

"Jadi keterangan dari PT. KAI paada tahun 1995 jembatan itu masih utuh. Kemudian terjadi reformasi dan krisis moneter, pada tahun 1998 mulai diketahui banyak yang hilang," kata Haris.

Gangguan stabilitas keamanan dan ekonomi pada saat itu diduga dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk mencuri besi jembatan kereta tersebut. "Dugaan kami ini dilakukan oleh oknum," kata Haris.

Dia mengatakan pihak yang mengambil besi jembatan dipastikan orang yang mengerti kontruksi jembatan kereta api.

"Ya pasti dilakukan oleh mereka yang mengerti dunia kontruksi. Karena kalau dilakukan setampangan dan sampai salah melepas baut, jembatan bisa ambruk," kata Haris.

Dia juga menduga pencurian tak dilakukan dengan alat sederhana atau cukup bermodal gergaji besi.

"Wah bukan pakai gergaji, gak akan kuat besi rel digergaji manual," kata Haris.

Haris mengatakan berdasarkan keterangan warga, pengambilan besi pada waktu itu juga mendapat penjagaan dari pihak tertentu sehingga warga pun hanya bisa menyaksikan.

Lebih lanjut Haris juga mengatakan taksiran nilai aset besi yang hilang itu mencapai Rp 3 miliar lebih. Menurut Haris, besi rel adalah besi kualitas grade A atau besi baja. Harganya sekitar Rp 5 ribu/kilogram. Sementara estimasi berat rel yang membentang di jembatan Cikacepit sekitar 698 ton.

"Itu baru perhitungan jembatan Cikacepit, kalau ditambah jembatan Cipambokongan ya bisa dua kali lipat, karena habis dengan besi rangkanya. Walaupun kalau besi rangka jembatan itu lebih murah dari besi rel," papar Haris.

Dia mengatakan jembatan Cikacepit dan Cipambokongan ini telah ditetapkan menjadi cagar budaya. Jembatan Cikacepit memiliki panjang 310 meter dan tinggi 38 meter. Jembatan yang dibangun Belanda sekitar tahun 1913 - 1916 ini melintas diantara perbukitan.

Sementara jembatan Cipambokongan memiliki panjang sekitar 299 meter dan tinggi 40 meter. Jembatan ini berada di sekitar perbukitan pantai Karangnini Kecamatan Kalipucang Pangandaran.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Horoskop Pisces hari ini - Senin, 27 Juni 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 20:17 WIB

Horoskop Scorpio hari ini - Senin, 27 Juni 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 19:48 WIB
X