• Minggu, 28 November 2021

Universitas Perjuangan Tasikmalaya Perkuat Kualitas Pengajar

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 18:30 WIB
universitas perjuangan tasikmalaya
universitas perjuangan tasikmalaya

Tasikmalaya - Perkembangan dunia pendidikan demikian cepat menuntut setiap pengelola perguruan tinggi (PT) untuk adaptif serta peka terhadap setiap perubahan.

Menyadari akan hal itu, memasuki usia ke tujuh ini tahun 2021 ini, Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya terus memperkuat sumber daya tenaga pengajar atau dosen.

Sebanyak 30 orang dosen kini tengah melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S3).  Malah dua orang dosen diantaranya memilih perguruan tinggi di China dan Malaysia.

"Seorang diantaranya malah baru saja selesai dan empat dosen lainnya dalam waktu dekat segera menyelesaikan pendidikannya, " ujar Rektor Unper Tasikmalaya Prof. Dr. H. Yus Darusman pada acara Milangkala ke 7 Unper Tasikmalaya, Sabtu akhir pekan lalu.

Hal itu dilakukan semata-mata merupakan komitmen yayasan dan senat yang bertekad melebihi standar nasional, dimana jumlah dosen berpendidikan S3 di setiap program studi lebih dari dua orang.

Universitas Perjuangan Tasikmalaya juga telah berhasil melakukan pencegahan plagiarisme dengan cara memberlakukan plagiarisme checker untuk dosen 20 persen dan 30 persen untuk mahasiswa.

"Caranya yakni dengan menggunakan turnitin. Turnitin adalah aplikasi yang dipakai untuk menguji tingkat kemiripan (similarity index) sehingga karya tulis terbebas dari plagiarisme. Dengan cara itu, kita ingin pastikan bahwa karya ilmiah civitas akademika Universitas Perjuangan Tasikmalaya bebas dari plagiarisme serta memiliki karya yang orisinal dan inovatif," ujarnya.

Pelaksanaan milangkala ke tujuh sendiri berlangsung sederhana dengan jumlah tamu undangan terbatas.

Acara hanya diikuti internal kampus serta sejumlah pendiri Unper dengan melakukan potong tumpeng dan dipungkas dengan penampilan bodor kreatif.

Melalui milangkala itu, Prof. Yus mengajak seluruh civitas akademika Universitas Perjuangan Tasikmalaya untuk senantiasa menggali nilai-nilai kearifan lokal Sunda.

Kemudian menjadikannya sebagai sumber keyakinan dalam membentuk kepribadian urang Sunda yang maju serta memiliki daya juang tinggi dalam mendorong kesejahteraan dan keadilan masyarakat.

"Hanya dengan jalan itu, urang Sunda bisa tetap eksis dan tentu saja tidak akan hilang di telan zaman modern, " kata dia.

Pada acara yang turut dihadiri ketua pembina Yayasan Universitas Perjuangan Letjen TNI (purn) Endang Suwarya diberikan sejumlah penghargaan terhadap dosen dan karyawan yang menunjukan kinerja dan loyalitas tinggi terhadap lembaga.

Adapun penerima penghargaan untuk dosen dengan kinerja terbaik 1 sampai tiga diberikan kepada Lystiana Nurhayat Hakim M. Pd (FKIP),  Siti Nur hidayah, M Si (FP), serta Dr. Andi Kusmayadi (FP).

Sementara penghargaan untuk karyawan dan tenaga lapangan diberikan untuk Jiehan Nur Rohman, S. Si dan Wildan Andriyansyah.

Editor: A Team

Tags

Terkini

Pisang Buah Paling Memasyarakat dan Kaya Manfaat

Sabtu, 20 November 2021 | 11:49 WIB

H. Ijang Faisal Terpilih Jadi Ketua IPHI Jabar

Minggu, 7 November 2021 | 20:41 WIB

Pandemi Reda Braderjon Kembali Berlaga

Selasa, 2 November 2021 | 22:17 WIB

Genjot Percepatan Vaksinasi Anggota Dewan Turun Tangan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:01 WIB

Kiprah bank bjb Dukung Kemajuan Ekonomi Pangandaran

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:36 WIB
X