• Minggu, 28 November 2021

Pandemi Reda Braderjon Kembali Berlaga

- Selasa, 2 November 2021 | 22:17 WIB
braderjon tasikmalaya
braderjon tasikmalaya

Tasikmalaya - Grup band asal Kota Tasikmalaya, Braderjon terus memperkuat eksistensi di usianya yang sudah menginjak 6 tahun.

Grup musik yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat Kota Tasikmalaya dan sekitarnya ini, berharap momentum ulang tahun menjadi saat yang tepat untuk bangkit setelah terkendala pandemi COVID-19.

Braderjon yang sempat menyedot perhatian dengan sejumlah single-nya seperti "Pete-pete" dan "Tasik Kota Leutik Tapi Asik" itu kini diliputi optimisme untuk kembali bisa menggebrak panggung-panggung musik, setelah kondisi pandemi mulai membaik.

Band yang digawangi oleh Joni (gitar), Fakong (gitar), Agi (drum), Uzy (vokal), Cibi (additional bass) dan Ule (keyboard) itu merasa sudah gatal untuk kembali manggung setelah hampir dua tahun terhambat akibat pandemi COVID-19.

"Situasi pandemi yang mulai reda jadi pelecut semangat bagi kami untuk kembali meretas harapan dan cita-cita Braderjon untuk eksis mewarnai belantika musik tanah air," ujar Joni, salah seorang pentolan Braderjon usai menggelar perayaan ulang tahun band bergenre rock n roll itu di hall Riung Geunah Jalan Wiratuningrat Kota Tasikmalaya, belum lama ini.

Melalui sejumlah karyanya, Fakong dkk tampak memiliki keinginan kuat untuk mengkampanyekan  tradisi masyarakat tanah air yang lekat dengan budaya gotong royong.

"Ya lewat lagu Pete-pete misalnya, kita ingin mengajak masyarakat untuk selalu memelihara gotong royong sebagai bagian dari budaya kearifan lokal," ujar Joni.

Merasa perlu mengimplementasikan makna dari tembang itu, mereka menggelar perayaan ulang tahunnya penuh gotong royong, tolong menolong serta urunan untuk menyukseskannya.

RM Riung Genah yang telah membantu acara pun, kata dia, menjadi bukti bahwa budaya tolong menolong sebenarnya masih tertanam.

"Jadi sebenarnya tinggal terus dikampanyekan dan diimplementasikan agar jadi teladan di generasi muda," ujarnya.

Kemudian lewat single "Tasik Kota Leutik Tapi Asik", mereka pun mengetuk seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya untuk selalu menguatkan semangat sense of belonging alias rasa memiliki terhadap daerah kelahirannya.

Maka demi menguatkan itu, mereka juga mengambil objek dalam sejumlah video klip yang kini sudah ditonton belasan ribu netizen itu di kawasan wisata, ekonomi kreatif dan objek ikonik lain yang tersebar di kota santri. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan Braderjon terhadap daerah kelahiran mereka.

Braderjon sendiri diambil dari kata Brader dan Jon. “Brader adalah panggilan akrab para bikers karena kami awalnya semua personil sama-sama suka vespa, dan Jon adalah panggilan akrab anak-anak muda jaman sekarang. Makanya terbersit nama Braderjon yang eksis hingga kini," ujar Fakong.

Disinggung target di usia yang ke enam, Fakong hanya berharap karya-karya mereka bisa diterima oleh masyarakat pecinta musik dimanapun berada.

Dia juga tak menampik bahwa meraih kesejahteraan lewat musik menjadi target yang masih dirintis dan diperjuangkan.

"Mohon doa nya agar karya kami tetap mengalir dan kelak bisa jadi sandaran hidup bagi pelaku industri musik dimanapun, " ujar Fakong.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Pisang Buah Paling Memasyarakat dan Kaya Manfaat

Sabtu, 20 November 2021 | 11:49 WIB

H. Ijang Faisal Terpilih Jadi Ketua IPHI Jabar

Minggu, 7 November 2021 | 20:41 WIB

Pandemi Reda Braderjon Kembali Berlaga

Selasa, 2 November 2021 | 22:17 WIB

Genjot Percepatan Vaksinasi Anggota Dewan Turun Tangan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:01 WIB

Kiprah bank bjb Dukung Kemajuan Ekonomi Pangandaran

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:36 WIB
X