• Minggu, 28 November 2021

Ramai Istilah 'Kiamat Babi' di China dan Amerika Serikat, Ini Penjelasannya

- Rabu, 24 November 2021 | 22:30 WIB
Ilustrasi peternakan babi
Ilustrasi peternakan babi

TINTAPUTIH - Dua negara besar di dunia yakni China dan Amerika Serikat mengalami kekurangan pasokan daging babi dalam beberapa pekan terakhir ini. Minimnya ketersediaan bahan pangan yang jadi kebutuhan pokok di kedua negara itu, memicu lonjakan harga yang cukup signifikan.

Kelangkaan itu bahkan telah memantik munculnya istilah kiamat babi. Istilah itu ramai jadi perbincangan, karena merepresentasikan kondisi minimnya pasokan daging babi. Adalah CNN International yang pertama kali menggunakan istilah kiamat babi untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Di China harga daging babi melonjak sebesar 34,9 persen secara kumulatif selama lima minggu terakhir. Padahal babi dapat dikatakan makanan pokok warga China yang selalu dihidangkan di meja makan setiap keluarga di negeri itu.

"Harga mingguan daging babi grosir mengalami kenaikan selama lima minggu, mencapai 24,02 yuan (Rp 53,6 ribu) per kilogram," sebut Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China kepada Global Times.

Baca Juga: Detik-detik Bentrokan Ormas di Karawang, Mobil Dirusak dan Beberapa Orang Terkapar

Terkait pemicu kelangkaan daging babi di China, prinsipnya dipicu oleh teori hukum ekonomi. Permintaan daging babi di negeri habitat Panda itu belakangan meningkat, menyusulnya datanya cuaca dingin yang melanda hampir semua wilayah. Pembelian masyarakat meningkat untuk mengisi persediaan makanan di musim dingin, dengan membuat olahan bakso, daging cincang dan lainnya.

Sementara pasokan tak mampu memenuhi permintaan, sehingga otomatis terjadi harga meningkat dan ketersediaan menjadi langka, lalu muncullah istilah kiamat babi untuk menggambarkan keresahan tersebut.

Sebelumnya sejumlah negara bagian di Amerika Serikat juga mengalami hal serupa. Salah satunya di California. Masyarakat di sana dilanda keresahan tak mampu lagi membeli daging babi karena harganya terus meroket.***

Editor: Faizal Amiruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pisang Buah Paling Memasyarakat dan Kaya Manfaat

Sabtu, 20 November 2021 | 11:49 WIB

H. Ijang Faisal Terpilih Jadi Ketua IPHI Jabar

Minggu, 7 November 2021 | 20:41 WIB

Pandemi Reda Braderjon Kembali Berlaga

Selasa, 2 November 2021 | 22:17 WIB

Genjot Percepatan Vaksinasi Anggota Dewan Turun Tangan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:01 WIB

Kiprah bank bjb Dukung Kemajuan Ekonomi Pangandaran

Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:36 WIB
X