• Senin, 4 Juli 2022

Menilik Catatan Sejarah Stasiun KA Karangpucung Banjar

- Jumat, 24 Desember 2021 | 21:09 WIB
Suasana stasiun Karangpucung di Desa Jajawar Kecamatan/Kota Banjar tampak sepi. (faizal amiruddin)
Suasana stasiun Karangpucung di Desa Jajawar Kecamatan/Kota Banjar tampak sepi. (faizal amiruddin)

TINTAPUTIH - Selain stasiun Kereta Api (KA) Banjar yang terdapat di pusat kota, wilayah Kota Banjar juga memiliki 2 stasiun lainnya yakni stasiun KA Langensari dan stasiun KA Karangpucung. Kedua stasiun tersebut merupakan stasiun kelas 3 atau lebih kecil dari stasiun KA Banjar.

Namun yang memiliki nilai histori yang cukup menarik adalah stasiun KA Karangpucung yang terdapat di Desa Jajawar Kecamatan/Kota Banjar.

Stasiun KA Karangpucung ini memiliki keterkaitan sejarah dengan jembatan KA Cirahong yang terkenal eksotis di Kabupaten Ciamis. Oleh pemerintah kolonial Belanda, stasiun ini dibangun satu paket dengan jembatan Cirahong dan stasiun lainnya di wilayah Kabupaten Ciamis.

Menurut sejumlah literatur, ketika pemerintah kolonial Belanda merencanakan pembangunan sistem transportasi kereta api di pulau Jawa, sebenarnya jembatan Cirahong sampai ke stasiun Karangpucung tidak ada dalam blue print.

Artinya jalur kereta api tak akan melintasi wilayah kota Ciamis. Jadi dari Tasikmalaya ke Manonjaya, Cimaragas lantas ke Banjar. Rencana pembangunan itu cukup beralasan karena membangun jembatan kereta api jelas akan membutuhkan sumber daya yang banyak alias biaya tinggi.

Baca Juga: Shin Tae Yong Tak Berharap Adu Pinalti di Leg Kedua Kontra Singapura Semifinal Piala AFF 2020

Kabar itu rupanya sampai ke telinga R.A.A. Kusumadiningrat, mantan Bupati Ciamis yang saat itu masih bernama Bupati Galuh (1839-1886). Walaupun sudah pensiun, tapi Bupati yang dikenal dengan sebutan Kangjeng Prebu atau Kangjeng Dalem ini masih memiliki pengaruh kuat terhadap kolonial Belanda.

Dia memandang kebijakan pembangunan rel kereta api itu akan merugikan Ciamis. Kangjeng Prabu kemudian melakukan negosiasi kepada pemerintah kolonial Belanda agar jalur kereta api bisa melalui Ciamis.

Banyak alibi yang disampaikannya kepada Belanda termasuk mengenai potensi hasil bumi yang dimiliki Ciamis, seperti kelapa, daun tarum atau nila, lada, kopi, kapas serta lainnya.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Horoskop Pisces hari ini - Senin, 27 Juni 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 20:17 WIB

Horoskop Scorpio hari ini - Senin, 27 Juni 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 19:48 WIB
X