• Kamis, 30 Juni 2022

Tingkat Literasi Masyarakat Indonesia Rendah Tapi di Twitter Paling Cerewet

- Rabu, 18 Mei 2022 | 09:30 WIB
Tingkat literasi masyarakat Indonesia rendah. (Dani/MalangNetwork)
Tingkat literasi masyarakat Indonesia rendah. (Dani/MalangNetwork)

TINTAPUTIH- Tradisi lisan atau tradisi tutur mungkin masih melekat dalam alam pikiran bangsa Indonesia. Tidak heran jika Indonesia tingkat literasinya (minat baca) masih dikatakan rendah.

Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Cecep Darmawan mengatakan, ada beberapa penyebab literasi di Indonesia rendah.

Diantaranya, kata pengamat kebijakan pendidikan ini, kultur masyarakat Indonesia lebih senang bertutur (tradisi lisan) dibandingkan membaca.

Kenyatan itu terbukti dari pernyataan pihak twitter bahwa orang Indonesia paling cerewet di twitter.

Faktor lainnya tutur Cecep, rata-rata tingkat pendidikan di Indonesia masih rendah, dampaknya mendorong tingkat literasinya juga rendah. Rata-rata lama sekolah di Indonesia masih sekitar delapan tahun.

Baca Juga: PPDB 2022 Jawa Barat Jadi 83 Zonasi

Artinya, masyarakat tidak terdorong untuk membaca buku.
Sedangkan negara-negara dengan tingkat pendidikan tinggi biasanya masyarakatnya memiliki minat baca yang tinggi.

Faktor ekonomi juga terangnya, berpengaruh juga terhadap minat baca karena untuk membeli buku perlu mengeluarkan uang. Biasanya Negara dengan Gross Domestic Product besar efeknya minat baca masyarakatnya juga tinggi karena ditunjang dari kondisi dan kemapanan ekonomi.

Cecep menyarankan untuk meningkatkan literasi, upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah yakni mensubsidi buku sebanyak mungkin. Untuk buku tertentu, misalnya buku untuk mahasiswa dan buku-buku pengetahuan dasar, perlu dibuka akses seluas mungkin dengan cara menggratiskan buku terkait.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Horoskop Pisces hari ini - Senin, 27 Juni 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 20:17 WIB

Horoskop Scorpio hari ini - Senin, 27 Juni 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 19:48 WIB
X