• Senin, 8 Agustus 2022

Peternak di Pangandaran Pasrah, Tidak Memisahkan Sapi Terkena PMK Karena Terganjal Biaya

- Kamis, 30 Juni 2022 | 20:58 WIB
Peternak sapi di Pangandaran. (TINTAPUTIH)
Peternak sapi di Pangandaran. (TINTAPUTIH)

TINTAPUTIH - Peternak hewan di Pangandaran memilih pasrah tidak memisahkan sapi yang sudah terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) karena terganjal biaya.

Hal ini diungkap Peternak Sapi di Dusun Nusawiru, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Meskipun ada 50% yang terkena PMK, sisa sapi yang masih sehat masih dibiarkan dalam kandang.

Salahsatu pemilik sapi di peternakan Nusawiru Sodikun (70) mengatakan, dari 50 sapi yang terdapat dalam peternakan tersebut, ada hampir 20an yang terindikasi gejala PMK.

Baca Juga: Membongkar Gunung Es Pernikahan Dini yang Putus Sekolah dan Banyaknya Nikah Siri di Pangandaran

"Mayoritas jika melihat kondisinya terlihat berair dalam mulutnya, lesu, dan mogok makan," kata Sodikun. Rabu (29/6/2022).

Meskipun ada himbauan untuk memisahkan sapi yang terkena PMK dan yang masih sehat, Sodikun memilih berupaya menyehatkan sapinya secara mandiri, menggunakan vitamin dan racikan alami.

"Karena jangankan untuk membuat kandang lagi, kami kan malah rugi imbas adanya PMK. Pembelian sapi bisa menurun karena PMK. Meskipun dagingnya masih aman untuk dikonsumsi. Bahkan sudah ada 1 sapi yang dikorbankan untuk disembelih karena kondisinya tidak memungkinkan," ucapnya.

Baca Juga: Cara Daftar dan Biaya Akad Nikah di KUA Pangandaran

Dia mengatakan, satu per satu sapi yang sudah diberikan vitamin dan dicekokin ramuan kunir alami mulai membaik. "Ya mau gimana lagi, kan jika divaksin dikhawatirkan efeknya seperti manusia, takut tambah sakit," katanya.

Halaman:

Editor: Gilang Teruna Purwadestian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cerita Keangkeran Jalan Emplak Pangandaran

Minggu, 31 Juli 2022 | 22:01 WIB
X