• Kamis, 30 Juni 2022

Memahami Gejala dan Menangkal Hepatitis Akut Pada Anak

- Rabu, 11 Mei 2022 | 10:17 WIB
Awal munculnya Hepatitis akut misterius di Indonesia (mohammed_hassan/pixabay)
Awal munculnya Hepatitis akut misterius di Indonesia (mohammed_hassan/pixabay)

TINTAPUTIH- Belum tuntas pandemi Covid-19, munculah Hepatitis akut. Dunia pun kembali menghadapi tantangan wabah penyakit baru yang menyerang anak-anak. Hepatitis akut yang tidak atau belum diketahui penyebabnya (acute hepatitis of unknown aetiology).

Secara global, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 1 Mei, sedikitnya ada 228 kasus hepatitis akut dari 20 negara. Ini belum termasuk laporan tambahan dari 50 kasus yang masih diselidiki. Kasus ini masih akan terus bertambah seiring dengan laporan yang masuk tiap negara ke WHO. WHO telah menyatakan penyakit ini sebagai wabah.

Dikutip dari artikel Kambang Sariadji National Institute of Health Research and Development (NIHRD) Indonesia, kasus dengan gejala serupa kasus tersebut ditemukan pada tiga pasien anak yang meninggal pada akhir April lalu. Per 9 Mei, angkanya meningkat jadi 15 kasus.

Baca Juga: Pacar, Calon Mertua dan Adik Indra Kenz Ditahan 40 Hari Kedepan

Kita perlu mengetahui gejalanya agar segera bisa mengambil tindakan. Di tengah kasus penyakit yang masih diinvestigasi penyebabnya ini, pemerintah pusat dan daerah, asosiasi profesi medis, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan masyarakat perlu bersiap mengantisipasi datangnya penyakit ini.

Gejala Hepatitis Akut Misterius
Organisasi Kesehatan dunia (WHO) pada 5 April 2022 menyatakan ada 10 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui (acute hepatitis of unknown aetiology) yang menimpa anak usia kurang dari 10 tahun di seluruh Skotlandia Tengah.

Sebutan acute hepatitis of unknown aetiology dilatari hasil identifikasi laboratorium yang menunjukkan penyakit ini tidak berhubungan ke arah penyakit akibat virus hepatitis A,B,C,D dan E yang umum terjadi.

Sejak itu timbul kasus kasus lainnya yang serupa. Pada 8 April 2022, Inggris mengidentifikasi-kan 74 kasus hepatitis akut serupa. Penyakit hepatitis akut ini mempunyai gejala diare, muntah, sakit perut dan kuning (jaundice) dengan peningkatan enzim aspartate transaminase (AST) dan Alanine transaminase (ALT) di atas 500 mikro per liter (u/L) (normal < 32 u/L).

Laporan WHO juga menyatakan proses mencari penyebab hepatitis akut ini dilakukan di luar penyebab hepatitis A,B,C,D dan E. Pengujian laboratorium terhadap virus SARS-CoV-2 dan adenovirus telah terdeteksi dalam beberapa kasus hepatitis akut ini.

Halaman:

Editor: Faizal Amiruddin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia Tips Memelihara Ikan Cupang Bagi Pemula

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:14 WIB
X