• Kamis, 18 Agustus 2022

Cukang Taneuh Dipopulerkan Turis Menjadi Objek Wisata Green Canyon

- Jumat, 3 September 2021 | 14:42 WIB

Pangandaran - Cukang Taneuh adalah nama asli dari objek wisata Green Canyon Pangandaran. Hal ini tak banyak diketahui oleh masyarakat luas terutama wisatawan. Mereka biasanya kebingungan jika mendengar nama Cukang Taneuh.

Padahal Cukang Taneuh dan Green Canyon merujuk kepada nama lokasi yang sama, yakni sebuah objek wisata sungai yang eksotis di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Perubahan nama menjadi Green Canyon itu ternyata awalnya dipopulerkan oleh seorang wisatawan asing yang terkesan dengan keindahan dan pesona alam sungai Cijulang. Namanya Bill John, dia adalah turis asing berpaspor Perancis.

Sekitar tahun 1993 Bill John bertandang ke kawasan ini. Pengalamannya berwisata kemudian dia tulis dalam sebuah jurnal dan menyebut lokasi itu dengan sebutan Green Canyon.

Dia membandingkan antara Grand Canyon di Amerika yang gersang dengan Cukang Taneuh yang hijau dan rimbun, sehingga dinamakan Green Canyon atau Ngarai Hijau, plesetan dari Grand Canyon.

Sejak saat itu sebutan Green Canyon menjadi viral. Nama asli Cukang Taneuh akhirnya kalah tenar ketimbang nama aliasnya yaitu Green Canyon.

"Persisnya saya juga tidak tahu, yang jelas dipopulerkan oleh orang asing. Setelah itu ramailah orang menyebutnya Green Canyon. Mungkin karena bentuknya sama seperti Grand Canyon, tapi ini mah rimbun oleh pepohonan," kata Kepala Desa Kertayasa Maman Abdul Rohman, Jumat (3/9/2021).

Cukang Berarti Jembatan Taneuh Berarti Tanah

Sementara itu terkait nama Cukang Taneuh sendiri, merupakan penamaan bahasa Sunda dari warga setempat. Penamaaan itu sudah berlangsung sejak lama dan turun-temurun di kalangan warga setempat. Cukang berarti jembatan dan Taneuh berarti tanah. "Itu memang jembatan tanah, jembatan alam. Penghubung Kecamatan Cijulang dengan Kecamatan Cimerak," kata Maman.

Jembatan tanah itu sampai sekarang masih ada dan bisa dilalui. Tapi tak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Jembatan itu masih dimanfaatkan oleh warga yang hendak ke sawah atau ladang. Jembatan tanah itu memiliki lebar sekira satu meter. Pijakannya masih kokoh dan aman dilalui oleh pejalan kaki.

Cukang Taneuh dulunya adalah goa. Tapi karena terus menerus dialiri air, maka berubah menjadi terowongan. Bagian atas dan pinggirnya yang berstruktur cadas atau tebing karang, tetap kokoh sehingga menyerupai jembatan.

Cukang Taneuh Dulu Angker Kini Jadi Primadona Wisata

Maman mengaku bersyukur wilayahnya dianugerahi kekayaan alam yang indah sehingga bisa menjadi sumber penghidupan bagi masyarakatnya. Padahal dulunya kawasan ini dianggap sebagai tempat yang angker. Jangankan dijadikan tempat rekreasi, untuk melaluinya saja orang sudah malas.

Namun keindahan spot alami ini perlahan mulai dirambah dan banyak membuat orang yang berkunjung ke sana takjub akan keindahan sungai purba tersebut. Airnya jernih dan segar sementara sisi kiri kanan sungai merupakan tebing karang yang melukiskan rupa alami. Saat melewati Cukang Taneuh, pengunjung akan diguyur hujan abadi yang tak pernah surut.

Ya, itu memang bukan air hujan melainkan rembesan air alami dari tebing dan jembatan tanah. Atas segala pesona keindahannya itu, maka tak heran jika Cukang Taneuh alias Green Canyon setiap akhir pekan selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Tiket Masuk Wisata Cukang Taneuh atau Green Canyon

Jika penasaran dengan keindahan Cukang Taneuh/Green Canyon, segera saja berkemas lalu berangkat berwisata ke pantai Pangandaran. Lokasinya berada di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Jika dari pantai Pangandaran bisa ditempuh sekitar 25 menit perjalanan ke arah barat.

Pintu masuk wisata Cukang Taneuh atau Green Canyon berupa dermaga perahu. Ya, untuk menjangkau spot wisata ini kita harus menumpang perahu. Harga tiket termurahnya Rp 200 ribu. Jangan kaget dulu, tiket sebesar itu adalah untuk satu perahu dengan maksimal 5 penumpang.

Jadi kalau patungan, jatuhnya hanya Rp 40 ribu per orang. Jika kita kebetulan hanya datang berdua atau bahkan seorang diri, kita bisa mencari teman pengunjung lain untuk bergabung. Yang penting jumlah maksimalnya 5 orang. Tiket wisata ke Cukang Taneuh ini dibagi menjadi tiga paket, berikut daftar harganya.

> Paket Biasa
Tarifnya Rp 200 ribu/perahu. Paket ini hanya memberikan pengalaman penjelajahan sungai ke Green Canyon dengan perahu. Di paket ini wisatawan tidak diberi kesempatan berenang. Hanya berfoto-foto saja. Estimasi waktunya sekitar 45 menit.

> Paket Renang Batu Payung
Tarifnya Rp 300 ribu/perahu. Selain penjelajahan perahu selama 45 menit, wisatawan diberi kesempatan berenang di spot Batu Payung selama 30 menit. Batu Payung sendiri merupakan spot berenang di dekat Cukang Taneuh. Di tempat itu ada sebuah batu besar yang menyerupai payung. Tingginya sekitar 5 meter. Wisatawan yang cukup nyali bisa mencoba sensasi meloncat dari batu itu ke sungai. Byurrr... adrenaline yang terpacu langsung disiram kesegaran air sungai yang jernih.

> Paket Pemandian Putri
Tarifnya Rp 400 ribu/perahu. Paket ini lebih dalam lagi mengeksplore Green Canyon. Setelah penjelajahan perahu dan berenang di Batu Payung, wisatawan akan diajak lagi ke bagian hulu sungai untuk mencapai spot Pemandian Puteri. Spot ini lebih indah lagi, karena terdapat spot berenang yang berair tenang dan tentu saja panorama sungai purba yang lebih indah.

Tips Wisata ke Cukang Taneuh atau Green Canyon

Persiapan paling penting yang harus dilakukan saat berwisata ke Green Canyon adalah membawa baju renang atau basahan. Karena berwisata ke tempat ini identik dengan basah-basahan. Karena tak jarang pengunjung yang awalnya tak berniat berenang, jadi berubah pikiran setelah melihat jernihnya air sungai dan keindahan alam.

Wisatawan juga sebaiknya membawa dry bag atau tas anti air untuk menyimpan barang-barang lain agar tak terkena air. Jika tak punya pun tak usah khawatir, biasanya pemandu menyediakannya.

Selain itu wisatawan yang berubah pikiran karena salah mengambil paket pun tak usah khawatir. Di lokasi, kita bisa menambah paket secara langsung.

Misal pada awalnya kita mengambil paket tanpa berenang, ternyata setelah sampai Cukang Taneuh tak kuasa menahan keinginan untuk berenang. Tak usah bingung, cukup meminta ke pemandu untuk mengubah paket penjelajahan. Tentu saja dengan menambah tiket sebelumnya.***

Editor: A Team

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X