• Minggu, 28 November 2021

4 Ruang Publik di Ciamis yang Nyaman Disinggahi

- Kamis, 23 September 2021 | 17:20 WIB
Alun-alun ciamis 2
Alun-alun ciamis 2

Ciamis - Sebagai sebuah wilayah yang terus berkembang, keberadaan ruang publik di Kabupaten Ciamis terang saja menjadi kebutuhan yang penting.

Tak heran jika Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menggenjot pembangunan infrastruktur, termasuk salah satunya pembangunan dan penataan ruang publik.

Kini masyarakat yang datang ke Kabupaten Ciamis memiliki banyak pilihan ruang publik untuk dimanfaatkan atau dikunjungi.

Ruang publik Ciamis menjadi tempat dimana siapapun berhak untuk datang, tanpa merasa terasing oleh kondisi ekonomi maupun sosialnya. Ruang publik bersifat umum, tidak dipungut biaya dan tanpa adanya diskriminasi latar belakang bagi para pengunjungnya.

Pembangunan ruang publik di Kabupaten Ciamis memperhatikan beberapa kebutuhan dasar yang dapat memenuhi kepuasan pengguna ruang publik. Diantaranya adalah kenyamanan yang menjadi syarat mutlak untuk keberhasilan sebuah ruang publik.

Durasi pengunjung berada di ruang publik merupakan salah satu indikator dari kenyamanan, selain ditentukan pula oleh faktor lingkungan serta fasilitas. Ruang publik di Kabupaten Ciamis menjadi wahana relaksasi yang sanggup memberikan kenyamanan secara psikologis.

Keberadaan ruang publik di Kabupaten Ciamis telah memberikan manfaat yang positif, khususnya dalam meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat.

Hal itu karena berjalannya fungsi dari ruang publik itu sendiri, yang menyangkut fungsi sosial. Dimana ruang publik menjadi tempat berkomunikasi atau bersosialisasi, tepat bermain dan berolahraga, tempat mendapatkan udara segar, tempat menunggu dan fungsi-fungsi sosial lainnya.

Yang tak kalah penting ruang publik juga telah mengemban fungsi ekonomi. Karena faktanya di beberapa ruang publik tumbuh simpul-simpul kegiatan transaksi ekonomi masyarakat.

Meski hal itu kerap berbenturan dengan ketertiban dan keindahan, namun fungsi ekonomi ruang publik tetap memberikan nilai positif bagi kehidupan masyarakat. Aktifitas ekonomi di ruang publik menjadi salah satu magnet kuat untuk membuat masyarakat berkunjung.

Alun-alun Ciamis/Taman Raflesia


-
FOTO aerial kawasan laun-alun Ciamis.*

Alun-alun Ciamis menjadi salah satu lokasi favorit baik bagi warga lokal maupun pendatang. Letaknya yang berada di pusat kota dan dilintasi jalur jalan utama membuat akses warga untuk menyambangi tempat ini sangat gampang.

Pun demikian bagi pengunjung yang melintas untuk tujuan perjalanan ke Pangandaran ataupun Jawa Tengah. Mereka kerap melepas lelah di kawasan ini.

Pohon-pohon peneduh serta sejumlah penjual beragam makanan khas siap memanjakan pengunjung untuk melepas kejenuhan selama mengarungi perjalanan jauh.

Tak heran, hampir saban hari, terutama di akhir pekan, taman yang mulai diresmikan tahun 1995 oleh Bupati Ciamis H. Dedem Ruchlia ini menjadi magnet bagi warga. Sebelum dibangun menjadi alun-alun, kawasan ini dulunya adalah pasar.

Warga setempat banyak menyebut alun-alun ini dengan nama Taman Raflesia, sebab taman ini turut ditandai dengan replika bunga bangkai (rafflesia arnoldy) yang diatasnya dipasang air mancur.

Di sekelilingnya dibuatkan jalan dari batu–batuan kecil yang diproyeksikan sebagai tempat refleksi pijat kaki. Meski pemberiaan simbol bunga Raflesia itu kerap dipertanyakan sejumlah warga, karena dianggap tidak merepresentasikan simbol Ciamis dan miskin filosofis, namun faktanya alun-alun Ciamis tetap menjadi ruang publik favorit bagi masyarakat.

Puncak keramaian di alun-alun Ciamis terjadi mulai sore hingga malam hari. Ada banyak hal-hal menarik yang bisa dijumpai.

Diantaranya Deldom alias delman domba menjadi alternatif pilihan hiburan yang akan memanjakan anak-anak. Deldom merupakan sebuah kereta angkut mini yang ditarik dengan menggunakan tenaga domba.

Selain itu ada pula mobil gowes, yaitu becak yang dimodifikasi hingga menyerupai mobil. Hiasan lampu dan musik membuatnya terlihat menarik. Mobil gowes ini bisa menjadi wahana hiburan bersama orang-orang yang kita sayangi.
Mengayuh bersama mengelilingi alun-alun bisa memantik riang dan gelak tawa, bahkan romantisme. Makanya sebagian orang menyebut mobil gowes ini dengan nama becak cinta.

Tak hanya Deldom dan mobil gowes, di area ini banyak pula sarana permainan yang bisa memanjakan anak-anak. Misalnya otopet, trampolin mini, mobil-mobilan dan lainnya. Keceriaan anak-anak serta senyum orangtua, kerap kali terlihat di kawasan alun-alun ini.

Taman Raflesia juga menjadi lokasi swafoto yang menarik. Penataan sarana dan prasarana yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis cukup apik. Keberadaan ornamen membentuk tulisan alun-alun Ciamis menjadi titik perhatian pengunjung. Deretan bangku-bangku juga memberikan sentuhan artistik selain nilai fungsinya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis juga menyediakan ruang baca atau warga menyebutnya perpustakaan jamur. Terletak di ujung selatan dan ujung utara, perpustakaan mini dengan bangunan yang menyerupai jamur ini menyediakan bahan bacaan bagi pengunjung.

Kemudian di alun-alun sebelah barat terdapat deretan pedagang kaki lima yang menawarkan beragam jajanan. Pengunjung bisa menikmatinya sambil duduk lesehan diatas tikar yang disediakan oleh pedagang.

Bagi yang ingin duduk atau membuka laptop sambil "internetan", tak jauh dari pelataran mesjid agung, disediakan pula deretan bangku dan meja, lengkap dengan colokan listrik dan sambungan wifi.

Taman Lokasana


-
Taman Lokasana Ciamis.*

Ruang publik yang satu ini menjadi arena kegiatan olahraga bagi masyarakat. Di taman Lokasana ini terdapat beragam sarana olahraga.

Ada jogging track, voli pantai, lapang basket dan panjat dinding. Selain itu taman Lokasana juga kerap menjadi tempat pertunjukan musik yang melibatkan penonton dalam jumlah banyak.

Keberadaan panggung permanen berukuran besar memudahkan pelaksanaan konser musik atau pagelaran seni tradisional di tempat tersebut. Taman yang terletak di simpang tiga Jalan Ir. Juanda Ciamis ini ramai dikunjungi masyarakat setiap Minggu pagi.

Pada awalnya taman Lokasana ini adalah lapangan sepakbola, namun Pemerintah Kabupaten Ciamis membangun area ini menjadi kawasan olahraga terpadu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara terbuka.

Nama Lokasana sendiri diambil dari nama Bupati Galuh pada jaman kerajaan di masa kolonial Belanda. Bupati Lokasana pada masanya adalah seorang pemimpin yang mengenalkan beragam permainan olahraga serta memiliki dedikasi untuk memasyarakatkan olahraga.

Taman Surawisesa


Taman Surawisesa terletak di alun-alun Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis. Pemerintah Kabupaten Ciamis sukses melakukan penataan kawasan ini sehingga menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif.

Pembangunan taman yang mengusung konsep minimalis ini layak dijadikan tempat persinggahan kala menjelajah Ciamis bagian utara atau tempat untuk menghabiskan waktu luang.

Nama Surawisesa erat kaitannya dengan sejarah situs Astana Gede di Kecamatan Kawali. Surawisesa merupakan nama istana Kerajaan Sunda pada masa pemerintahan Rahyang Niskala Wastu Kancana yang berpusat di Astana Gede Kawali.

Taman Borosngora


-
SALAH satu ormamen harimau di alun-alun Panjalu Ciamis.*

Taman Borongngora merupakan alun-alun Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Taman yang satu ini memiliki ikon berupa patung-patung harimau yang berdiri di tiap sudut taman.

Dua patung harimau di gerbang dan dua patung lagi di pinggir panggung permanen. Keberadaan patung harimau itu merupakan representasi dari legenda "maung kajajaden" atau harimau jadi-jadian.

Kedua harimau tersebut konon merupakan Bongbang Larang dan Bongbang Kencana, cucu dari Raja Pajajaran sekaligus putra dari Prabu Brawijaya Raja Majapahit. Keduanya berubah menjadi harimau setelah melanggar larangan untuk berenang di Situ Cipanumbangan.

Kaitannya dengan Panjalu terjadi ketika kedua harimau ini terjerat perangkap ikan ketika menyebrangi sungai Cimuntur. Tak seorang pun yang bisa melepaskan perangkap ikan tersebut, hingga akhirnya harimau ini ditolong oleh Raja Panjalu.

Dari situlah sepasang harimau ini bersumpah akan mengabdi kepada raja Panjalu termasuk menjaga rakyat dan kelestarian alam Panjalu. Tak ayal jika harimau ini menjadi simbol penjaga bagi masyarakat Panjalu.

Sementara terkait nama Borosngora diambil dari nama Raja Panjalu yang paling populer karena telah berjasa menyebarkan agama Islam di kerajaan Panjalu.

Taman Borosngora menyuguhkan suasana yang nyaman untuk disinggahi. Sejumlah pohon besar dan rindang, menyemburkan oksigen membuat sejuk.

Pemandangan gunung Syawal menjadi latar belakang pemandangan di taman ini. Penataan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis seolah menyempurnakan keindahan.

Tak heran jika setiap waktu selalu ada saja masyarakat yang singgah di taman Borosngora. Baik untuk berolahraga, bersantai sampai menyantap hidangan pedagang kuliner, atau melakukan aktifitas lainnya.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Tiga Hotel di Pangandaran Disanksi Tipiring

Senin, 15 November 2021 | 17:54 WIB

Prokes Semakin Kendor Bupati Ancam Tutup Objek Wisata

Jumat, 5 November 2021 | 17:21 WIB

Asosiasi Manager Hotel di Pangandaran Dikukuhkan

Kamis, 4 November 2021 | 21:07 WIB

Evaluasi Sistem Keselamatan Pantai Karapyak Ditutup

Senin, 1 November 2021 | 16:49 WIB

Geliat Pariwisata Pangandaran di Hari Kerja Lesu

Senin, 11 Oktober 2021 | 18:15 WIB

Sejumlah Ruas Jalan di Pantai Pangandaran Rusak

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:44 WIB

Ada Fasilitas Wisata Baru di Pantai Pangandaran

Jumat, 8 Oktober 2021 | 10:14 WIB

4 Ruang Publik di Ciamis yang Nyaman Disinggahi

Kamis, 23 September 2021 | 17:20 WIB

Target Vaksinasi Tercapai Pantai Batukaras Dibuka Lagi

Minggu, 19 September 2021 | 16:07 WIB
X