• Minggu, 28 November 2021

Icip-icip Olahan Nilem Sultan di Warung Tohuy Tasikmalaya

- Jumat, 24 September 2021 | 11:44 WIB

Tasikmalaya - Ikan nilem memiliki citarasa khas di lidah orang Indonesia, terutama masyarakat Sunda. Tekstur daging yang lembut dan rasanya yang gurih, membuat olahan ikan nilem menjadi kuliner yang kerap dirindukan.

Peluang ini rupanya ditangkap oleh warung nasi Tohuy yang berada di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya. Mengusung menu masakan buhun alias jadul, dengan mengedepankan pepes, pindang dan goreng ikan nilem warung Tohuy sukses mencuri perhatian masyarakat Tasikmalaya. Kekayaan ragam kuliner Tasikmalaya pun bertambah.

Nilem sultan, demikian sebutan olahan ikan nilem yang disematkan kepada menu masakan andalan di warung Tohuy Tasikmalaya tersebut. Hal itu karena ukuran ikan nilem yang dihidangkan relatif besar dan mengandung telur. Bobot ikan nilem yang dipilih rata-rata 2,5 ons hingga 4 ons per ekor.  Selain di pepes, ada juga nilem sultan goreng serta pindang.

Pengelola warung, Eri Tohuy mengatakan dirinya tergerak menyajikan menu buhun dengan harapan masyarakat Sunda yang rindu akan pepes ikan yang lezat, bisa merasakan kembali sensasi icip-icip menu buhun.

Buktinya saat produk racikannya diposting media sosial sejak lebih dari satu tahun lebih, order dari sejumlah konsumen luar daerah, termasuk dari luar pulau acapkali datang.

Konsumen yang datang dari luar daerah, kata Eri rata-rata perantau urang Sunda yang rindu masakan khas Sunda serta tertarik dengan bobot ikan nilem yang besar dan bertelor.

"Alhamdulillah, beragam racikan nilem sultan yang kami produksi direspon pasar cukup baik. Kebutuhan akan nilem sultan yang mencapai 20 kg per hari juga kadang tidak cukup untuk memenuhi permintaan, " ujar Eri Tohuy.

Populasi Nilem Sultan Sulit Dijumpai


Menurut penyuka musik latin ini, ikan nilem ukuran sultan tersebut sangat jarang di pasaran. Sehingga ia pun membuka kesempatan bagi para pembudidaya ikan untuk menyalurkan produksi ikan nilemnya ke rumah makan Tohuy.

"Populasi ikan nilem kebanyakan tersentralisasi di wilayah Priangan Timur atau wilayan Jawa Barat. Tak heran banyak urang Sunda yang merantau di Bandung, Jakarta, Sumatra dan lainnya langsung respon hingga order saat melihat postingan menu buhun yang saya sajikan," ujar mantan chef di hotel berbintang di Kota Bandung tersebut.

Selain olahan ikan nilem, warga Priangan Timur juga memiliki menu olahan ikan khas lainnya yaitu ikan sidat. Tapi populasi ikan sidat lebih banyak terdapat di wilayah muara sungai dan pesisir.

Editor: A Team

Tags

Terkini

Tiga Hotel di Pangandaran Disanksi Tipiring

Senin, 15 November 2021 | 17:54 WIB

Prokes Semakin Kendor Bupati Ancam Tutup Objek Wisata

Jumat, 5 November 2021 | 17:21 WIB

Asosiasi Manager Hotel di Pangandaran Dikukuhkan

Kamis, 4 November 2021 | 21:07 WIB

Evaluasi Sistem Keselamatan Pantai Karapyak Ditutup

Senin, 1 November 2021 | 16:49 WIB

Geliat Pariwisata Pangandaran di Hari Kerja Lesu

Senin, 11 Oktober 2021 | 18:15 WIB

Sejumlah Ruas Jalan di Pantai Pangandaran Rusak

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:44 WIB

Ada Fasilitas Wisata Baru di Pantai Pangandaran

Jumat, 8 Oktober 2021 | 10:14 WIB

4 Ruang Publik di Ciamis yang Nyaman Disinggahi

Kamis, 23 September 2021 | 17:20 WIB

Target Vaksinasi Tercapai Pantai Batukaras Dibuka Lagi

Minggu, 19 September 2021 | 16:07 WIB
X