• Minggu, 28 November 2021

Geliat Pariwisata Pangandaran di Hari Kerja Lesu

- Senin, 11 Oktober 2021 | 18:15 WIB
sunset pangandaran
sunset pangandaran

Pangandaran -  Salah satu persoalan besar yang saat ini masih dihadapi oleh pariwisata di Pangandaran adalah tingginya rasio perbandingan antara kunjungan wisata di akhir pekan dan hari kerja. Pariwisata di Pangandaran hanya bergairah saat week-end, sementara di week-day lesu.

"Yang terjadi sekarang pendapatan kami di week-end digunakan untuk menutup beban di week-day," kata Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana didampingi Sekretaris Dadang, Senin (11/10/2021).

Dia mengatakan rata-rata okupansi hotel di Pangandaran pada akhir pekan bisa mencapai 80 persen, sementara di hari kerja rata-rata okupansi hotel maksimal berada di angka 10 persen. "Perbedaannya sangat jomplang. Nah seperti hari Senin ini, tingkat kunjungan langsung drop setelah diakhir pekan ramai," kata Agus.

Agus mengatakan idealnya di hari kerja okupansi hotel bisa menyentuh angka 40 persen. Sehingga aktivitas pariwisata di Pangandaran bisa terus berdenyut sepanjang pekan.

Agus mengatakan pihaknya berharap ada dukungan dari pemerintah, terutama pemerintah provinsi dan pusat untuk membantu promosi Pangandaran terutama untuk dijadikan tempat kegiatan atau pelaksanaan event.

"Ada istilahnya optimalisasi MICE yaitu meeting, insentive, conference dan exhibition. Nah untuk memacu MICE, kita perlu bantuan promosi dari pemerintah. Ya kalau ada event-event bisa dihelat di Pangandaran," kata Agus.

Menurut Agus fasilitas untuk event MICE di Kabupaten Pangandaran sudah sangat lengkap. Mulai dari event besar sampai sekelas acara meeting. "Fasilitas kita punya, mau acara apapun kita siap. Mungkin promosinya masih kurang," kata Agus.

Kehadiran Jalan Tol Akan Pengaruhi Wisata Pangandaran


Hal lain yang dimungkinkan jadi kendala, kata Agus, adalah aksesibilitas menuju Pangandaran yang dianggap terlalu jauh, dari kota-kota besar. Sehingga rencana pembangunan jalan tol dari Bandung hingga ke Cilacap, sangat dinantikan.

"Kalau jalan tol sudah jadi, pasti akan berpengaruh besar. Dari Bandung jadi cukup 3 jam. Kemudian misalnya orang Tasik atau Ciamis, ingin sekedar makan seafood bisa dengan mudah ke Pangandaran, karena pasti jarak tempuhnya lebih singkat," kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan hal lain yang menjadi persoalan minimnya kunjungan wisata Pangandaran di hari kerja adalah, terbatasnya tujuan wisata edukasi di Pangandaran.

Menurut dia aktivitas wisata edukasi berupa study tour dari sekolah-sekolah dan sejenisnya bisa mendongkrak kunjungan wisata di hari kerja.

"Wisata edukasi kita memang masih terbatas, makanya kami saat ini sedang merancang untuk menciptakan tujuan wisata edukasi," kata Agus.

PHRI Pangandaran kata Agus sudah merancang pembangunan destinasi edukasi terkait bencana alam tsunami.

"Sebenarnya kita sudah merencanakan, tapi terganjal pandemi. Jadi kita buat museum tsunami, kita buat semacam diorama atau peraga bagaimana proses terjadinya tsunami, lalu dibuat tayangan visual dokumentasi tsunami Pangandaran hingga akhirnya kita tampilkan kondisi Pangandaran terkini," kata Agus.*

Editor: A Team

Tags

Terkini

Tiga Hotel di Pangandaran Disanksi Tipiring

Senin, 15 November 2021 | 17:54 WIB

Prokes Semakin Kendor Bupati Ancam Tutup Objek Wisata

Jumat, 5 November 2021 | 17:21 WIB

Asosiasi Manager Hotel di Pangandaran Dikukuhkan

Kamis, 4 November 2021 | 21:07 WIB

Evaluasi Sistem Keselamatan Pantai Karapyak Ditutup

Senin, 1 November 2021 | 16:49 WIB

Geliat Pariwisata Pangandaran di Hari Kerja Lesu

Senin, 11 Oktober 2021 | 18:15 WIB

Sejumlah Ruas Jalan di Pantai Pangandaran Rusak

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:44 WIB

Ada Fasilitas Wisata Baru di Pantai Pangandaran

Jumat, 8 Oktober 2021 | 10:14 WIB

4 Ruang Publik di Ciamis yang Nyaman Disinggahi

Kamis, 23 September 2021 | 17:20 WIB

Target Vaksinasi Tercapai Pantai Batukaras Dibuka Lagi

Minggu, 19 September 2021 | 16:07 WIB
X